Oleh Sumantiri B. Sugeo
Siapa sangka Tentara Rakyat Vietnam yang pada awalnya hanya pasukan gerilya primitif yang bersenjatakan alat sederhana seperti p edang, tombak, golok, arit dan 2 atau 3 pucuk senjata api dengan di pimpin oleh seorang guru sekolah menengah Bu Nguyen Chia (Vo Nguyen Giap) bisa menghancurkan tiga raja Fasis dunia, mengusir Prancis dari Vietnam, memukul mundur Nippon Jepang, dan memporakporandakan pasukan negara adidaya Amerika Serikat?
Perjuangan rakyat Vietnam memang luar biasa dengan kekuatannya sendiri Prancis yang pernah menjadi penguasa Eropa masa Napoleon Bonavorte harus bertekuk lutut dalam suatu petempuran di Lembah Dien Bien Phu. Suatu pertempuran yang merubah sejarah dan petan Indochina yang sebelumnya dijajah Prancis.
Pada tahun 1946, Perancis ingin membangun kembali pemerintahan kolonial mereka di Vietnam setelah tentara Jepang keluar dari Vietnam seusai perang dunia II, tetapi perlawanan pasukan Vietnam dan intensitas penyerangan pejuang Vietnam di bawah Jendela Vo Nguyen Giap terhadap kekuatan kolonial Perancis membuat Pasukan Prancis mundur terus menerus.
Setelah sekian banyak kekalahan dalam pertempuran yang harus ditelan oleh tentara Prancis dengan tentara Viet Minh meyebabkan pasukan Prancis semakin semakin terdesak ke perbatasan Loas - Vietnam, maka pada Mei 1953 Perdana Menteri Prancis Rene Mayer menunjuk Henri Navarre, seorang kolega kepercayaannya, untuk mengambil tindakan untuk menciptakan kondisi-kondisi militer yang akan membawa Prancis kepada suatu solusi politik terhormat.
Tanggal 20 November 1953 Militer Prancis mulai melakukan mobilisasi kekuatan ke Vietnam. Navarre menempatkan sebanyak 16.000 pasukannya di Bien Phu, yaitu sebuah lembah pegunungan di sepanjang perbatasan Vietnam Utara dan Laos Utara geografis lembah pada dataran yang luas ini memungkinkan membangun pangkalan udara darurat. Lembah tersebut memiliki panjang 19 km dan lebar 13 km.








Setelah proklamasi dikumandangkan di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 oleh Ir. Soekarno dan Dr. Mohammad Hatta yang secara cepat tersebar ke berbagai penjuru negari dan bahkan dunia. Usaha ini dilakukan oleh H. Agus Salim dan kawan-kawan. Agus Salim, M. Natsir dan lain-lain berkeliling dari Negara-ke Negara untuk mendapatkan dukungan dan pengakuan dunia.










