Indonesian peoples thing..

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Pewaris Emparium Romawi

E-mail Print PDF

Oleh Sumantiri B. Sugeo

Oderint dum metuant yang maksudnya biarkan mereka benci asalkan mereka takut. Sebuah paham perang yang berumur dari sejak imparium Kekaisaran Romawi yang kekuasaannya terbentang di timur dan barat. Di timur menguasai sepanjang laut mediterania termasuk Turki, Palestina, Mesir, Afrika Utara. Di barat menguasai Perancis (dulu disebut Gaul), Spanyol dan Portugal (Iberia).

Warisan oderint dum metuant di lanjutkan oleh imparium Amerika Serikat yang menguasai pengaruh hampir di seluruh dunia. Dua imparium terbangun barpondasikan pemahaman untuk menjadikan musuh bagi siapapun yang berbeda. Mulai berbeda sistem bernegara, agama, blok, etnis bakal menjadi alasan untuk dijadikan musuh.

Musuh besar kekaisaran Romawi ditimur adalah keimpariuman Persia yang juga menguasai wilayah cukup luas, dari mulai Syria, Iran, Irak dan Afghanistan. Apa mungkin ada dendam warisan sejarah yang menyebabkan "ke-empire-an" Amerika Serikat juga ikut memusuhi bangsa-bangsa ini? Demikian lekatnya budaya Romawi kuno di wariskan ke Amerika Serikat modern.

Read more...
 

Hegemoni Terhadap Pangan atau Kelangkaan Pangan

E-mail Print PDF

Kelangkaan Pangan Atau Hegemoni Negara Maju Terhadap Pangan?

Oleh Heri Hidayat Makmun, SE. MM

Sebagian analis mulai menghembuskan informasi tentang krisis pangan dunia, dengan alasan yang sangat masuk akal yaitu semakin tingginya harga bahan pangan dari berbagai komoditas pangan. Data-data banyak ditunjukkan dari beberapa negara miskin dan berkembang, seperti Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara dan Amerika Selatan. Dari data tersebut menunjukkan adanya indikasi penuruanan pangan yang berakibat pada peningkatan harga pangan pada negara-negara di wilayah tersebut.

Harga komoditas pangan utama dunia, seperti beras gandum, dan jagung kian membungbung tinggi diluar jangkauan masyarakat, hal ini memicu aksi protes diberbagai belahan dunia. Utamanya negara-negara yang berada di kawasan tersebut. Dalam dekade ini sekitar 840 juta manusia di seluruh dunia masih kekurangan pangan, 799 juta berada di negara-negara berkembang. (Sumber data FOA).

Informasi ini diperkuat oleh Direktur Jendral Organisasi Pangan Dunia PBB (FOA), Dr. Jacques Diouf saat memberikan konfrensi persnya Jumat (11/4/2008). “Stock pangan dunia kritis. Stok yang ada mencapai level terendah yang belum pernah terjadi sejak tahun 1980. Untuk tahun ini sudah 5% lebih rendah dari tahun lalu”.

Read more...
 

Doa Para Teraniyaya Untuk Para Hakim

E-mail Print PDF

Oleh Cho Chun Han

Di negeri atas angin seorang rakyat jelata yang teraniyaya mengucapkan doa-doa untuk para hakim di negeri itu. Doa ini meluncur dari bibir yang telah mengalami kesengsaraan yang berat, dan eksekusi mati di depan mata atas vonis yang telah dijatuhkan oleh Hakim Kerajaan yang tidak adil.

Negeri Atas Angin adalah negeri yang para penguasanya hidup dengan mewah di atas penderitaan rakyat yang penuh dengan kesengsaraan. Negeri yang penuh dengan kejahatan dan kedurhakaan terhadap keadilan. Menempatkan kepentingan pengusaha dan atau para kolega pengusaha pada semua keputusan hakim.

Negeri yang amat jauh ini menjalankan pengadilan dengan penuh konspirasi untuk selalu menampatkan kepentingan elit penguasa sebagai pemenang. Menjarah tanah, membebankan pajak, dan jual beli budak ke luar negeri sebagai bagain dari penguatan eksistensi kerajaan yang penguasanya hidup teramat boros.

Read more...
 

Era Akhir Kapitalisme

E-mail Print PDF

Era Akhir Kapitalisme

Oleh Sri Megawati

Resesi dunia yang diakibatkan oleh suatu "trigger" berupa hancurnya berbagai raksasa bank investasi dan lembaga keuangan terkemuka Wall Street, New York AS, dalam beberapa hari terakhir (19 September 2008) berjatuhan. Lehmen Brother, Merrill Lynch, American International Group (AIG), Bear Stearns, Fannie Mae, Freddie Mac, IndyMac sudah dicarikan liang lahatnya. Pertolongan Bank Sentral terhadap AIG pun tak memberi arti. Krisis ini akan mencari lagi pada para korban yang sekarat seperti Morgan Stanley dan Goldman Sachs.

Tampaknya efek domino akan terus berlanjut, seperti halnya sebuah tsunami. Tidak hanya di AS tetapi menggelobal pada hampir seluruh perusahaan dan lembaga keuangan di dunia. Contohnya di Inggris sudah ada dua korban yaitu HBOS dan Halifax

Di Asia bursa Hongkong anjlok 7,4 persen, bursa Tokyo turun 2,2 persen, Sydney melemah 2,4 persen, Taiwan 2,7 juga melemah persen. Pengaruh domino dari apa yang terjadi di Wall Street.

Disaat pasar keuangan AS jatuh tersungkur, Lembaga keuangan didunia lain menjadi alternatif sebagai sumber likuiditas seperti sekuritas China CITIC. Salah satunya CEO Morgan John Mack, Morgan Stanley dan Wachovia yang berusaha melobi pejabat keuangan China. Sebelum bangkrutpun Lehmen Brother pernah mencoba bernegosiasi dengan pejabat CITIC Securities yang ternyata berakhir nihil.

Read more...
 

(Lagi) Intervensi Amerika

E-mail Print PDF

Oleh : Septa Muktamar

Dalam dua tahun ini kita di resahkan oleh penembakan di berbagai lokasi di Timika, kemudian kita juga dikejutkan dengan dikejutkan atas sikap 40 anggota Kongres Amerika Serikat yang mengirimkan surat kepada Presiden SBY berkaitan dengan tuntutan pembebasan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Ditengarai sikap ke empat puluh anggota Kongres Amerika Serikat (AS) mengirimkan surat kepada SBY tersebut karena keberhasilan lobi-lobi politik tokoh-tokoh kemerdekaan Papua di luar negeri sehingga berhasil meyakinkan mereka bahwa pembebasan anggota OPM adalah bagian dari dukungan terhadap kemerdekaan Papua.
Walaupun pemerintah AS menyatakan bahwa surat yang mewakilli suara puluhan congressman tersebut bukan sikap resmi AS tetapi sikap tersebut lebih tampak sebagai intervensi kepada urusan dalam negeri RI.

Pemerintah RI bersikap dingin mensikapi surat itu karena isu Papua merupakan urusan dalam negeri dan bisa sangat sensitif untuk konsumsi politik luar negeri.
Intervensi AS atas urusan dalam negeri Indonesia ini tampaknya terus terjadi sepanjang sejarah negara ini.

Last Updated on Sunday, 07 February 2010 02:40 Read more...
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 7

Archive

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday14
mod_vvisit_counterYesterday56
mod_vvisit_counterThis week151
mod_vvisit_counterLast week28
mod_vvisit_counterThis month179
mod_vvisit_counterLast month0
mod_vvisit_counterAll days179

Online (20 minutes ago): 3
Your IP: 38.107.191.103
,
Today: Feb 09, 2010

Polls

Conten apakah yang paling Anda sukai?
 

Who's Online

We have 3 guests online

Newsflash

Pidato Bung Tomo menjelang pertempuran 10 November 1945 yang menjadi hari besar nasional HARI PAHLAWAN sebagai penghargaan atas jasa pada rakyat Indonesia yang melakukan perlawanan secara gigih terhadap Tentara Inggris yang diboncengi oleh NICA yang akan menjajah kembali.

Rakyat dan Tentara Keselamatan Rakyat - sekarang TNI berjuang bahu membahu mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

Sebuah rangkaian kata-kata yang membangkitkan bulu kuduk apalagi pada masa itu, pada masa sekarang saja kita masih bisa membayangkan betapa heroiknya para pemuda Indonesia yang secara gagah berani maju ke medan perang berhadapan dengan tentara Inggris dan NICA yang bersenjata modern, tetapi bagi para Pemuda Indonesia kehormatan dan kemuliaan bangsa Indonesia adalah nomor satu, biarkan hanya bersenjata bambu runcing, kelewang atau senapan bekas NIPON berlawanan harus dilakukan... Merdeka!!! Merdeka!!!