Indonesian peoples thing..

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size


Home Sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 Memperkuat Diplomasi Indonesia

Serangan Umum 1 Maret 1949 Memperkuat Diplomasi Indonesia

Email Cetak PDF
Penilaian User: / 5
TerburukTerbaik 

Monumen Serangan 1 Maret 1949Agresi Militer Belanda II telah kembali menancapkan kuku penjajahan dibumi nusantara yang dilancarkan pada bulan Desember 1948. TNI perlu upaya untuk kembali memperkuat dan melakukan perlawanan agar dunia internasional tidak menerima begitu saja propaganda Belanda mengenai kekuasaan Belanda di Hindia Belanda.

Berhasilnya tentara Belanda menduduki tempat-tempat penting di kota Yogyakarta dalam waktu yang relatif singkat, menimbulkan kesan yang ada di masyarakat bahwa TNI terkesan lemah. Hal ini dikhewatirkan akan menimbulkan ketidakpercayaan rakyat Pemerintah RI dan TNI.

Perlu ada terus menerus upaya yang dilakukan oleh TNI untuk mengganggu posisi Belanda di berbagai wilayah khususnya di Yogyakarta yang pada waktu itu dijadikan sebagai Ibu Kota Negara RI.

Berbagai operasi terus dilakukan oleh TNI, seperti berbagai upaya terus menerus melakukan perlawanan gerilya dengan berbagai taktik dan strategi. TNI mulai menyusun strategi guna melakukan pukulan balik terhadap tentara Belanda yang dimulai dengan memutuskan telepon, merusak jalan kereta api, menyerang konvoi Belanda, serta tindakan sabotase lainnya.

Sebelum serangan umum dilakukan sebenarnya TNI dan para pejuang telah melakukan serangan secara sporadis dan gerilya. Satuan-satuan gerilya ini berinisiatif sendiri mengadakan serangan pada berbagai pos-pos Belanda yang tersebar baik di pusat Yogyakarta maupun yang berada di berbagai pinggiran kota.

Hampir semua sektor para pejuang terus beraksi, baik sektor selatan, sektor barat, timur dan utara tidak pernah usai dari upaya gangguan agar mempersulit koordinasi pasukan Belanda. Salah satu serangan dilakukan oleh Brigade 16 Laskar Seberang dibawah Komandan Mayor Ventje Soemoeal, pada malam hari tanggal 19 Desember setelah Belanda berhasil menundukkan Yogyakarta. Selain itu serangan juga dilakukan oleh Kesatuan dari Yon 151. Serangan sesaat dan cepat ini sering memberikan keuntungan yang baik disisi RI. Belanda semakin sulit untuk keluar dari pusat kota, ini memberikan keuntungan bagi keamanan para gerilyawan pejuang yang menyusun kekuatan di sekitar pinggiran Yogya. Bagian selatan dan pinggiran ini praktis masih dikuasai oleh TNI.

Menjelang akhir Desember 1948, Belanda semakin sering melakukan gerakan pembersihan terhadap kedudukan gerilya di pinggir kota. Gerakan pembersihan itu mendapatkan sambutan hebat dari para pejuang yang berada dalam satuan-satuan gerilya yang menyebar. Pertempuran di kampung Gading, Prawirotaman, Tungkak, dan Jetis misalnya telah memberikan perlawanan yang tidak mudah bagi Belanda. Di Godean satuan seperti P3 (Pasukan Polisi Pelajar) melanjutkan gerakannya menuju selatan Bantul terus ke Ganjuran, kemudian pindah ke Imogiri, terus ke Karangasem. Pergerakan terus menerus sambil sekali-sekali menyerang terus dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil oleh satuan polisi ini.

Belanda terpaksa memperbanyak pos-pos disepanjang jalan-jalan besar yang menghubungkan kota-kota yang telah diduduki. Hal ini berarti kekuatan pasukan Belanda tersebar pada pos-pos kecil diseluruh daerah republik yang kini merupakan medan gerilya. Dalam keadaaan pasukan Belanda yang sudah terpencar-pencar, mulailah TNI melakukan serangan terhadap Belanda.

Resolusi Dewan Keamanan PBB dan penolakan Belanda terhadap resolusi tersebut dan melancarkan propaganda yang menyatakan bahwa Republik Indonesia sudah tidak ada lagi. Melalui Radio Rimba Raya, Panglima Besar Sudirman juga telah mendengar berita tersebut. Panglima Besar Sudirman menginstruksikan untuk memikirkan langkah-langkah yang harus diambil guna meng-counter propaganda Belanda.

Demikian juga dengan Sultan Hamangku Buwono IX yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan sekaligus juga sebagai Gubernur Ibu Kota Yogyakarta rajin mendengarkan siaran radio luar negeri ini memberikan ide serangan Umum yang kuat dan dapat sampai ke dunia internasional kepada Jenderal Sudirman. Sultan Hamangku Buwono mengirimkan surat kepada Panglima Besar Jenderal Sudirman untuk menyarankan melakykan serangan umum. Jenderal Sudirman sendiri memang memandang perlu untuk melakukan counter terhadap propaganda yang dilakukan Belanda di media-media internasional. Sudirman pun menyarankan agar Sultan menghubungi Letkol Soeharto di Jogjakarta Selatan, yang menjadi komandan Wehrkreise III yang bertugas di Yogyakarta. Pada 14 Februari, Sultan mengirimkan surat kepada Letkol Soeharto melalui GBPH Prabuningrat, yang selanjutnya diserahkan kepada Marsoedi untuk disampaikan kepada Soeharto.

Operasi dan perencanaannya mengikutsertakan beberapa pucuk pimpinan pemerintah sipil setempat berdasarkan instruksi dari Panglima Besar Sudirman, untuk membuktikan kepada dunia internasional bahwa TNI - berarti juga Republik Indonesia - masih ada dan cukup kuat.

Untuk operasi yang disebut sebagai upaya membuka mata dunia tersebut langsung dibawah komando Jenderal Sudirman. Beliau memutuskan beberapa hal; serangan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Divisi III, yang melibatkan Wehrkreise I, II dan III ; mengerahkan seluruh potensi militer dan sipil di bawah Gubernur Militer III; mengadakan serangan spektakuler terhadap satu kota besar di wilayah Divisi III; harus berkoordinasi dengan Divisi II agar memperoleh efek lebih besar dan serangan tersebut harus diketahui dunia internasional.

Untuk menginternasionalisasi dampak operasi ini juga diintruksikan agar Wakil Kepala Staf Angkatan Perang guna koordinasi dengan pemancar radio yang dimiliki oleh AURI dan Koordinator Pemerintah Pusa, demikian juga dengan Unit PEPOLIT (Pendidikan Politik Tentara) Kementerian Pertahanan guna menghubungi pihak-pihak diluar negeri agar berita penyampaiaan dapat didengar oleh masyarakat internasional.

Jenderal Sudirman segera menginstruksikan Bambang Sugeng, yang menjabat sebagai Panglima Divisi III/GM III untuk menetapkan berbagai strategi lapangan, yang ditindaklanjuti oleh Kolonel Bambang Sugeng dengan mengeluarkan tiga surat perintah. Pertama Surat Perintah Siasat No. 4/S/Cop.I, tertanggal 1 Januari 1949, yang kedua Surat Instruksi Rahasia tertanggal 18 Februari 1949, dan Surat Perintah Siasat No. 9/PS/49, tertanggal 15 Maret 1949.

Panglima Divisi III juga memberikan komando langsung terhadap tiga Wehrkreise. Pasukan yang terlibat langsung dalam penyerangan terhadap Yogyakarta adalah dari Brigade IX dan Brigade X, didukung oleh pasukan Wehrkreis I dan II, yang bertugas mengikat Belanda dalam pertempuran di luar Wehrkreis III, guna mencegah atau paling tidak memperlambat gerakan bantuan mereka ke Yogyakarta. Sedangkan Wehrkreis III yang dipimpin oleh Letkol Soeharto sesuai dengan Instruksi Rahasia tertanggal 18 Februari 1949 yang dikeluarkan oleh Panglima Divisi III, bahwa Instruksi Rahasia tersebut sehubungan dengan perintah yang diberikan kepada Komandan Wehrkreis III, Letkol Suharto untuk berada di Yogyakarta dan juga dibantu oleh pasukan dari Brigade IX yang dikomandoi oleh Letkol Achmad Yani. Sebelumnya Brigade IX harus terlebih dahulu melakukan penghadangan terhadap bantuan Belanda dari Magelang ke Yogyakarta.

Serangan umum yang pertama dilakukan oleh seluruh sektor dan telah direncanakan sejak tanggal 26 Desember 1948. Serangan umum tersebut akan dilakukan pada tanggal 30 Desember 1948 yang dipimpin oleh Komandan Brigade X. Serangan ini merupakan "Hadiah Tahun Baru" bagi tentara Belanda. Bingkisan istimewa ini dilaksanakan secara rahasia dan menyeluruh di semua sektor di Yogyakarta. Tetapi naasnya pada tanggal 28 Desember 1948 Belanda telah bergerak dari kota ke Barat dan terus ke Selatan menuju kota Bantul. Terpaksa serangan harus dipercepat sebelum Belanda dapat mengetahui posisi-posisi para pejuang. Sehingga Serangan Umumyang Pertama dilakukan satu hari lebih cepat dari rencana yaitu pada tanggal 29 Desember 1948.

Dalam penyerangan akhir tahun ini TNI diminta untuk melakukan penyerangan pada malam hari, lakukan serangan secara masif yang cepat dan tiba-tiba, rampas senjata musuh sebanyak-banyaknya dan bumi hanguskan tempat-tempat yang strategis yang dapat dipakai pasukan Belanda.

Akhirnya serangan umum pertama dilakukan tepatnya pada jam 18.00. Sampi pukul 19.00 semua pasukan TNi sudah sampai diposisi masing-masing dan terus bergerak. Penyerangan dilakukan dari segala jurusan, dari selatan, barat, timur dan utara. TNI bergerak cerdik pasukan di setiap sektor dibagi dua pasukan dengan jumah yang kecil dan dengan jumlah yang banyak. Pasukan yang berjumlah kecil melakukan gangguan di berbagai pinggiran Kota Yogyakarta di semua sektor agar mengira bahwa TNI masih berada di pinggiran dan luar Yogyakarta. Sedangkan pasukan yang lebih besar di setiap sektor langsung menuju jantung kota. Strategi ini sangat berhasil dan tentara Belanda menjadi terkecoh. Sebagaian besar pasukan Belanda masih berada di tangsi-tangsi besar di pusat kota, kebetulan pada akhir tahun ini mereka masih terlena untuk menyambut tahun baru seperti biasa. Hal ini menjadi kesempataan besar bagi TNI untuk memperbanyak keuntungan dari hasil penyerangan umum yang pertama ini.

Pada tanggal 31 Desember 194, Di sektor utara, Batalyon 151/Brigade 10 yang berada di bawah komando Kapten Hariadi dengan kompi-kompinya yaitu : Ki Harjosoedirjo, Ki Siebono Mantovani dan Seksi Khusus Mohammand Ngelmi pada malam menjelang 1 Januari 1949 melancarkan serangan terhadap kedudukan pasukan Belanda di Kaliurang. Serangan di dukung oleh tembakan meriam 4 cm dan beberapa pucuk mortir. Tanggal 1 Januari 1949 siang pukul 12.00 pasukan ini berhasil menduduki Pakem menju Beran.

Pada dini hari tanggal 1 Januari satuan TNI yang lain juga melancarkan serangan gangguan terhadap pos Belanda serta menghadang konvoi Belanda yang bergerak dari Medari menuju Yogyakarta. Kemudian pada tanggal 3 Januari kembali melakukan serangan ke Medari dan akhirnya mengundurkan diri ke Utara, sekitar daerah Turi.

Pada tanggal 4 Januari 1949 dini hari pasukan Belanda dengan kekuatan 1 kompi bergerak dari Medari menyerang kedudukan Yon 151 yang berkekuatan 2 kompi dan 1 seksi secara frontal. Pasukan TNI dilengkapi dengan 3 mitrailleur dan beberapa bren, tekidanto dan beberapa senjata ringan. Pada jam 11.00 TNI berhasil mendesak mundur pasukan Belanda yang banyak kehilangan tentara dalam baku hantam jarang dekat ini. Keberhasilan ini cepat menyebar dan semakin memperkuat moril para pejuang. Pada sore harinya Yon 151 ini kembali ke posisinya di Kaliurang barat untuk beristirahat.

Pada tanggal 5 Januari 1949 pasukan Belanda dengan kekuatan 1 seksi mencoba melakukan serangan balasan atas kekalahan kemarin. Mereka melakukan penyerangan terhadap TNI yang berada di Tunggul, namun pada pukul 09.00 pasukan Belanda tersebut berhasil dipukul mundur dan mengalami kerugian dengan tewasnya 3 orang pasukan. Di pihak TNI gugur Komandan Batalyon 151 Kapten Hariadi yang diganti oleh Lettu Harjosoedirjo yang sebelumnya sebagai Komandan Kompi 1.

Persiapan serangan umum yang kedua dilakukan di Pos Komando WK III di Segoroyoso dengan mengeluarkan surat Perintah Siasat No. 09/S/Cop/49 tanggal 7 Januari 1949 yang ditujukan kepada komandan Sub WK III. Serangan umum yang kedua ini dilakukan pada 9 Januari malam hari dengan kata sandi "Mataram Menang."

Serangan umum yang ketiga dilakukan pada tanggal 16 Januari 1949. Serangan kali ini pihakk Belanda kembali mengalami kerugian besar. Komandan WK III bergerak dari arah timur sambil mengantarkan Lettu Marsoedi dan Lettu Amir Moertono untuk membentuk SWK 101 untuk peningkatan perlawanan dalam kota. Beda dengan serangan umum pertama dan kedua, serangan umum ketiga ini lebih difokuskan ke jantung kota. Pihak TNI langsung mengempur markas-markas Belanda yang tentaranya sedang beristirahat.

Pada tanggal 4 Februari 1949 kembali dilakukan serangan umum ke empat dengan target dan strategi yang sama dengan serangan umum ketiga.Semua sektor pertempuran langsung bergerak ke pusat kota dan melakukan penyerangan mendadak.

Rakyat dengan gembira dan antusia turut membantu berbagai pergerakan TNI, terutama logistik sangat membantu TNI. Banyak dari rakyat juga turut memberikan bantuan tenaga dan bahkan turut berjuang dengan peralatan seadannya. Dukungan rakyat ini juga atas pengaruh dari Sultan Hamangkubuwono IX dan Pakoe Alam IX yang sangat menguntungkan perjuangan TNI. Perjuangan ini mengarah kepada perang gerilya rakyat semesta.

Pada tanggal 19 Februari 1949, Panglima Divisi dan rombongan meneruskan perjalanan, yang selalu dilakukan pada malam hari dan beristirahat pada siang hari, untuk menghindari patroli Belanda. Penunjuk jalan juga selalu berganti di setiap desa. Dari Banaran rombongan menuju wilayah Wehrkreise III melalui pegunungan Menoreh untuk menyampaikan perintah kepada Komandan Wehrkreis III Letkol. Suharto.

Bambang Sugeng beserta rombongan mampir di Pengasih, tempat kediaman mertua Bambang Sugeng dan masih sempat berenang di telaga yang ada di dekat Pengasih. Pertemuan dengan Letkol. Suharto berlangsung di Brosot, dekat Wates. Semula pertemuan akan dilakukan di dalam satu gedung sekolah, namun karena kuatir telah dibocorkan, maka pertemuan dilakukan di dalam sebuah gubug di tengah sawah.

Kemudian Wehrkreis III yang dipimpian Soeharto diperintahkan mengadakan penyerangan antara tanggal 25 Februari dan 1 Maret 1949. Kepastian tanggal baru dapat ditentukan kemudian, setelah koordinasi serta kesiapan semua pihak terkait, antara lain dengan Kol. Wiyono dari Pepolit Kementerian Pertahanan. Setelah semua persiapan matang, baru kemudian diputuskan (keputusan diambil tanggal 24 atau 25 Februari), bahwa serangan tersebut akan dilancarkan tanggal 1 Maret 1949, pukul 06.00 pagi. Instruksi segera diteruskan ke semua pihak yang terkait.

Puncak serangan dilakukan dengan serangan umum terhadap kota Yogyakarta (ibu kota negara) pada tanggal 1 Maret 1949, dibawah pimpinan Letnan Kolonel Suharto, Komandan Brigade 10 daerah Wehrkreise III dan mendapatkan dukungan dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus sebagai Menteri Pertahanan RI. Sultan Hamangkubuwono juga meminta rakyat Yogya untuk mendukung khususnya dalam hal persediaan logistik di dalam kota dan juga dipinggiran Yogykarta. Keraton menjadi tempat yang paling aman bagi para pejuang untuk mendapatkan pasokan logistik dan obat-obatan yang berada di kantong-kantong gerilyawan di kota, karena Belanda tidak berani untuk masuk dan menggangu wilayah Keranton.

Tanggal 1 Maret 1949, pagi hari, serangan secara besar-besaran yang serentak dilakukan di seluruh wilayah Divisi III/GM III dimulai, dengan fokus serangan adalah Ibukota Republik, Yogyakarta, serta koar-besaran oleh pasukan Brigade X yang diperkuat dengan satu Batalyon dari Brigade IX, sedangkan serangan terhadap pertahanan Belanda di Magelang dan penghadangan di jalur [[Magelta-kota di sekitar Yogyakarta, terutama Magelang, sesuai Instruksi Rahasia yang dikeluarkan oleh Panglima Divisi III/GM III Kolonel Bambang Sugeng kepada Komandan Wehrkreis I, Letkol Bahrun dan Komandan Wehrkreis II Letkol Sarbini. Pada saat yang bersamaan, serangan juga dilakukan di wilayah Divisi II/GM II, dengan fokus penyerangan adalah kota Solo, guna mengikat tentara Belanda dalam pertempuran agar tidak dapat mengirimkan bantuan ke Yogyakarta.

Pos komando ditempatkan di desa Muto. Pada malam hari menjelang serangan umum itu, pasukan telah merayap mendekati kota dan dalam jumlah kecil mulai disusupkan ke dalam kota. Pagi hari sekitar pukul 06.00, sewaktu sirene dibunyikan serangan segera dilancarkan ke segala penjuru kota. Dalam penyerangan ini Letkol Soeharto langsung memimpin pasukan dari sektor barat sampai ke batas Malioboro. Sektor Timur dipimpin Ventje Sumual, sektor selatan dan timur dipimpim Mayor Sardjono, sektor utara oleh Mayor Kusno. Sedangkan untuk sektor kota sendiri ditunjuk Letnan Amir Murtono dan Letnan Masduki sebagai pimpinan. TNI berhasil menduduki kota Yogyakarta selama 6 jam. Tepat pukul 12.00 siang, sebagaimana yang telah ditentukan semula,seluruh pasukkan TNI mundur

Serangan terhadap kota Solo yang juga dilakukan secara besar-besaran, dapat menahan Belanda di Solo sehingga tidak dapat mengirim bantuan dari Solo ke Yogyakarta, yang sedang diserang secara besar-besaran – Yogyakarta yang dilakukan oleh Brigade IX, hanya dapat memperlambat gerak pasukan bantuan Belanda dari Magelang ke Yogyakarta. Tentara Belanda dari Magelang dapat menerobos hadangan gerilyawan Republik, dan sampai di Yogyakarta sekitar pukul 11.00.

Perang 1 Maret 1959 ini memberikan dampak yang besar terhadap asumsi internasional mengenai Republik Indonesia yang semula dianggap sudah tidak ada tetapi ternyata masih ada dan menunjukkan kekuatan. Serangan ini juga memperkuat posisi tawar dari Republik Indonesia, mempermalukan Belanda yang telah mengklaim bahwa RI sudah lemah. Tak lama setelah Serangan Umum 1 Maret terjadi Serangan Umum Surakarta yang menjadi salah satu keberhasilan pejuang RI yang paling gemilang karena membuktikan kepada Belanda, bahwa gerilya bukan saja mampu melakukan penyergapan atau sabotase, tetapi juga mampu melakukan serangan secara frontal ke tengah kota Solo yang dipertahankan dengan pasukan kavelerie, persenjataan berat - artileri, pasukan infantri dan komando yang tangguh. Serangan umum Solo inilah yang menyegel nasib Hindia Belanda untuk selamanya.

Referensi :

- Seskoad, "Serangan Umum 1 Maret 1949 Di Yogyakarta, Latar Belakang dan Pengaruhnya."

- DR. A.H. Nasutioan, "Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia"

- Kementrian Penerangan RI, "Jenderal Sudirman Pahlawan Sejati'"

- Kementrian Penerangan RI, "Lukisan Revolusi 1945 - 1949."

 


Artikel Terkait Lainnya :


+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
=)=D=(XD:dizzy:T_T:blush:^_^=_=-_-:pout::angry:
=Oo_O:snicker::eyebrow::sigh::sick::whisper::whistle::nuu::gah::flame::cool:
:shy::kawaii::notfunny::snooty::uhh:X_XXB:talkbiz::grr::onoes::psychotic::scared:
:evil::nomnom::zombie::want::drunk::love::meow::music:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

Berita Terkait Lainnya :.

Pemutakhiran Terakhir ( Sabtu, 01 September 2012 23:04 )  

Media Sosial Menjadi Alat Penting Diplomasi Publik
28/01/2014 | Tim Admin Indonesian Voices

“Media sosial merupakan instrument penting dalam diplomasi publik”, tegas Duta Besar A.M. Fachir, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI dalam paparannya di  [ ... ]


Kerjasama IORA Untuk Kepentingan Nasional Indonesia
28/01/2014 | Tim Admin Indonesian Voices

“Untuk mengoptimalkan manfaat kerjasama IORA bagi kepentingan nasional, Indonesia sebagai ketua pada periode 2015 – 2017 perlu menerapkan strategi multiplication of authrority, yakni adanya t [ ... ]


Nasional
Tony Abbott Resmi Dilantik sebagai Perdana Menteri Australia
18/09/2013 | Tim Admin Indonesian Voices

Tony Abbott disumpah sebagai Perdana Menteri Australia yang baru pada Rabu, secara resmi mengakhiri pemerintahan Partai Buruh --yang sudah berjalan selama enam tahun, dengan janji dari pihak Konser [ ... ]


Jepang dan Vietnam Meningkatkan Kerjasama Pertahanan
18/09/2013 | Tim Admin Indonesian Voices

Menteri Pertahanan Vietnam Phung Quang Thanh kemarin pagi (16/9/2013) menerima kunjungan Menteri Pertahanan Jepang Onodera Itsunori di Markar Besar Kementerian Pertahanan Vietnam. Kedua pihak bert [ ... ]


Asia
Aktivis Singapura Menolak Peningkatan Jumlah Imigran
19/02/2013 | Tim Admin Indonesian Voices

Walaupun penduduk Singapura sedikit ini tidak berarti tidak ada masalah di sana. Ternyata sedikitnya penduduk Singapura dengan proporsi populasi golongan manula semakin meningkat mengkhewatirkan Pemer [ ... ]


Ekonomi Vietnam Mendorong Negaranya Melakukan Devaluasi Mata Uang
07/02/2013 | Tim Admin Indonesian Voices

Menurut Harian Investment Report Vietnam, pimpinan perusahaan ekspor dan para ahli ekonomi Vietnam berpendapat, selama dua tahun ini Vietnam terus mempertahankan kestabilan kurs mata uang Repee V [ ... ]


Asia Tenggara
Kebijakan PM Jepang, Shinzo Abe Mengenai Pasukan Bela Diri Jepang Membuat Kontroversi
16/09/2013 | Tim Admin Indonesian Voices

Perdana Menteri Shinzo Abe kemarin (12/9/2013) di Tokyo mengatakan akan mendorong pembahasan terkait hak bela diri kolektif. Hal ini tentu akan merubah Undang-Undang Dasar sebelumnya yang hanya dipe [ ... ]


Korea Utara Protes Standar Ganda AS Atas Peluncuran Roket Korea Selatan
02/02/2013 | Tim Admin Indonesian Voices

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara hari ini (2/2) ketika menjawab pertanyaan Kantor KNCA mengecam standar ganda dan logika perampok AS yang membela peluncuran roket Naro-1 Korea Selatan s [ ... ]


Asia Timur
Human Right Watch (HRW) Menilai Aparat Keamanan Mesir Telah Lakukan Pelanggaran HAM
25/08/2013 | Tim Admin Indonesian Voices

Human Right Watch (HRW) menyatakan menginvestigasi pembubaran aksi duduk Ikhwanul Muslimin di Rabba al Adawiya di Nasr City dan Lapangan Nahda di Giza yang kemudian dipublikasikan di laporannya di [ ... ]


Inggris Akan Menarik Separuh Tentaranya Dari Afghansitan pada Tahun 2013
21/12/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Inggris akan menarik 3.800 personel militer dari Afghanistan pada tahun 2013, dan menarik semua personel pada tahun 2014.

Perdana Menteri Inggris Cameron menyatakan hal ini di hadapan Majelis Rendah. D [ ... ]


Timur Tengah
Militer Mali Rebut Kekuasaan dari Rezim Amadou Toumani Toure
23/03/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Dewan Keamanan PBB pada hari Kamis (22/3/2012) mengecam keras aksi tentara pemberontak yang merebut kekuasaan dengan kekerasan di Mali, dan menuntut pembebasan semua pejabat yang ditahan termasuk b [ ... ]


5 Juta Rakyat Nepal Meninggal karena Merokok
12/10/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

  Sebanyak 15.000 orang diperkirakan meninggal akibat konsumsi tembakau di Nepal setiap tahun, menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh  Pusat Pertolongan Kanker Nepal  (NCRs) pada Rab [ ... ]


Afrika
Fidel Castro Mengecam Cara-Cara Kekaisaran Amerika Serikat
11/10/2011 | Tim Admin Indonesian Voices

Kuba akan banyak berubah, namun perubahan itu akan terjadi berkat upaya rakyat Kuba sendiri, dan bukan menjadi produk tekanan AS, kata Fidel Castro dalam serial artikel `Refleksi` yang dipublikasikan  [ ... ]


Chaves Melantik Wakil Presiden Veneziela
16/01/2013 | Tim Admin Indonesian Voices

Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan, Presiden Hugo Chavez sudah melantik mantan wakil Presiden Elias Jaua Milano menjadi wakil Presiden yang mengurusi urusan pemerintahan sekaligus m [ ... ]


Amerika Latin
Krisis Fiskal, Pemerintahan Amerika Serikat 'Shutdown'
03/10/2013 | Tim Admin Indonesian Voices

Pembicaraan antara Presiden Barack Obama dengan para pemimpin Republik gagal mengakhiri penghentian operasi pemerintah AS (shutdown).  Kedua kubu saling menuduh menolak mundur dari posisinya.

Oba [ ... ]


Direktur CIA, Jenderal David Petraeus Mengundurkan Diri
12/11/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Presiden AS Barack Obama pada Jumat menerima pengunduran diri David Petraeus, direktur Central Intelligence Agency (CIA), menurut pernyataan dari Gedung Putih.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluar [ ... ]


Amerika Serikat
Krisis Gas di Eropa, Presiden Vladimir Putin Menjamin Pasokan Gas ke Eropa Aman
21/10/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Moskow akan menjamin pasokan yang stabil dan mulus gas alam untuk pelanggan di Eropa, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Senin (22/10/2012). Pernyataan ini menjadi jaminan setelah Eropa dilanda  [ ... ]


Penghematan Pemerintah Yunani di Lawan Unjuk Rasa Massa
18/10/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Salah satu pengunjuk rasa meninggal karena serangan jantung dalam bentrokan yang meletus pada hari Kamis (18/10/2012) di pusat Athena pada akhir pawai anti-penghematan yang diselenggarakan oleh serika [ ... ]


Eropa Barat
Vladimir Putin Utarakan Kebijakan Dalam dan Luar Negerinya Kepada Para Wartawan
22/12/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Kamis (20/12/2012) mengadakan konferensi pers tentang isu-isu domestik besar dan hubungan luar negeri dalam 12 tahun dan yang kali pertama dilakukannya sejak  [ ... ]


Konflik Rusia – Ukraina : Rentannya Stabilitas Energi Uni Eropa
04/12/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Oleh : Rosita Dewi

Masih terekam jelas dalam ingatan kita bahwa konflik antara Rusia dan Ukraina menyebabkan terjadinya ketidaklancaran pasokan gas dari Rusia ke Uni Eropa (UE) sebagai primary consumer [ ... ]


Eropa Timur
Pemerintah Indonesia Protes Pembukaan Kantor Free West Papua di Oxford
06/05/2013 | Tim Admin Indonesian Voices

Menanggapi berita pembukaan “kantor Free West Papua” di kota Oxford, Inggris, Pemerintah Indonesia menyampaikan protes keras dan keberatan yang mendalam terhadap perkembangan dimaksud.  [ ... ]


Penyelesaian Masalah Papua Seharusnya Bukan dengan Pendekatan Keamanan
29/10/2011 | Tim Admin Indonesian Voices

LSM Imparsial menyebutkan dalam bulan Oktober ini eskalasi kekerasan meningkat di tiga daerah di Papua. Tiga daerah itu yakni, pertambangan Freeport (Timika), Padang Bulan (Abepura) dan di Mulia (Punc [ ... ]


Memperkokoh NKRI
Peralatan Militer TNI Bisa Disediakan Oleh BUMN
13/08/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Pertahanan nasional adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah sebuah negara dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan neg [ ... ]


Korut Memperkuat Persenjataan Militernya di Perbatasan
18/11/2011 | Tim Admin Indonesian Voices

Akibat ancaman dari Korea Selatan yang mengirim persenjataan tambahan untuk pulau-pulau dekat perbatasan laut yang disengketakan, Korea Utara telah memperkuat persenjataan di daerah pesisirnya den [ ... ]


Perkembangan Militer
ASEAN Akan Menjadi Penengah Dialog Korea Utara dan Korea Selatan
23/03/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Menurut informasi dari pihak ASEAN pada hari Selasa lalu (20/3) mengatakan, ASEAN akan mengadakan Forum Kawasan ASEAN di Phnom Penh, Kamboja pada Juli mendatang. Kini, ASEAN berniat untuk melakukan [ ... ]


Indonesia Serahkan Keketuaan ASEAN ke Myanmar
29/12/2011 | Tim Admin Indonesian Voices

Seluruh rangkaian KTT ke-19 ASEAN dan KTT terkait lainnya yang berlangsung selama lebih dari sepekan di Bali telah ditutup oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sore ini (19/11). Dalam pidato penu [ ... ]


ASEAN
TERBARU

Sejarah Kemerdekaan

Upaya Douwes Dekker Berhasil Menggulirkan Politik Etis Belanda Tahun 1860
Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Eduard Douwes Dekker (lahir di Amsterdam, Belanda, 2 Maret 1820 – meninggal di Ingelheim am Rhein, Jerman, 19 Februari 1887 pada umur 66 tahun), atau yang dikenal pula dengan nama pena Mult [ ... ]


Proklamasi dan Anak Muda Pergerakan, Sukarni Kartodiwirjo
Tim Admin Indonesian Voices

Sukarni (lahir di Blitar, Jawa Timur, 14 Juli 1916 – meninggal di Jakarta, 7 Mei 1971 pada umur 54 tahun), yang nama lengkapnya adalah Sukarni Kartodiwirjo, adalah tokoh pejuang kemerdekaan Ind [ ... ]


Peran PMI Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Tim Admin Indonesian Voices

Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. PMI selalu berpegang teguh pada tujuh prinsip dasar Gerakan In [ ... ]


Soekarno Melawan Imperialisme Inggris dan Barat
Tim Admin Indonesian Voices

Kolonialisme Inggris di Asia Tenggara dilakukan dengan berbagai cara setelah upaya untuk menguasai nusantara gagal pada masa sebelum Indonesia merdeka dan setelah masa Indonesia merdeka, yang puncakny [ ... ]


Pemuda Pejuang Margonda, Namanya Menjadi Jalan di Depok
Tim Admin Indonesian Voices

Ketika Inggris membawa NICA tahun 1945 - 1946 jalur jalan Margonda menjadi sering dilalui oleh tentara Sekutu untuk mengirim pasukan ke Timur Jawa. Pada tanggal 16 Juni 1946, Depok diserang secara bes [ ... ]


Sejarah Kemerdekaan

Internasional

Hukuman Mati Pengadilan Mesir Terhadap Tahanan Politik Melanggar HAM
17/04/2014 | Tim Admin Indonesian Voices

Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) menegaskan keputusan pengadilan Mesir melanggar tiga prasyarat vonis mati dari perspektif HAM. Pasalnya, kasus utama di Mesir merupakan perbedaan sik [ ... ]


Barack Obama Menawarkan Perubahan Pengawasan Telepon Domestik
18/01/2014 | Tim Admin Indonesian Voices

Presiden AS Barack Obama pada hari Jumat (17/01/2014) menawarkan serangkaian perubahan kepada Badan Keamanan Nasional ( NSA ) mengenai praktek pengawasan yang sekarang ini sangat kontroversial, tuju [ ... ]


Korea Utara Protes Latihan Militer Korea Selatan dan AS
17/01/2014 | Tim Admin Indonesian Voices

Komisi Pertahanan Korea Utara (Korut) kemarin (16/1) mengusulkan kepada Korea Selatan (Korsel) untuk menghentikan segala aksi permusuhan dan mencegah terjadinya perang nuklir. Korut mengusulkan k [ ... ]


Isu Internasional

Ekonomi

BUMN dan BUMS yang Beroperasi di Timor Leste Bentuk Asosiasi
Tim Admin Indonesian Voices

Pimpinan dan perwakilan BUMN dan BUMS yang mewakili operasi bisnis di Timor-Leste (TL) menyepakati pembentukan Asosiasi Pengusaha Indonesia di Timor-Leste. Kesepakatan tersebut disetujui secara aklam [ ... ]


Minyak Sawit Indonesia Bisa Mendominasi Pasar Minyak Nabati Dunia
Tim Admin Indonesian Voices

Permintaan Minyak Sawit Indonesia akan terus meningkat dan ditengarai akan semakin mendominasi pasar dunia. Hal ini menjadi topik hangat dalam pembahasan bersama Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia D [ ... ]


Bangun Industri yang Berkelanjutan adalah Strategi Mutlak
Tim Admin Indonesian Voices

Memanfaatkan momentum yang ada, Direktorat Perdagangan, Perindustrian, Investasi, dan HKI (PPIH) bekerjasama dengan Kedutaan Besar/Perutusan Tetap RI Wina menyelenggarakan Workshop Internasional berte [ ... ]


KPK Mengendus Kerugian Negara 6,7 Triliun pada Eksplorasi Batubara
Tim Admin Indonesian Voices

KPK mengindikasi adanya kerugian negara sebesar Rp6,7 trilun dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mineral dan batubara, seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas di gedung [ ... ]


Walaupun Di Uni Eropa dan AS Krisis Ekonomi, tetapi Ekonomi Di Asia Sampai Penghujung Tahun 2012 Tetap Stabil
Tim Admin Indonesian Voices

Seakan menantang ramalan para ekonom Un Eropa yang akan memperkirakan krisis Uni Eropa akan berdampak besar bagi Asia, tetapi faktanya sampai penghujung tahun 2012, sejumlah negara emerging market  [ ... ]


Redonominasi Untuk Melindungi Mata Uang Rupiah
Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Heri Hidayat Makmun Pemerintah akan melakukan pengamanan rupiah, salah satunya adalah redenominasi mata uang rupiah. Redenominasi ini adalah untuk menghapus tiga angka nol, yaitu Rp 1.000 menj [ ... ]


Isu Ekonomi Lainnya


Latest News

Popular

Pariwisata Indonesia

Gudang Lelang Bandar Lampung, Bekas Tempat Pelelangan Ikan yang Terlupakan
10/08/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Gudang Lelang merupakan suatu tempat di Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung yang berada di tepi pantai. Diamana banyak sekali kapal-kapal nelayan bongkar muat hasil laut dan tangkapan, atau [ ... ]


Sejarah Jalur Kereta Api di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
29/07/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Kabupaten Banyumas merupakan bagian dari Provinsi Jawa Tengah dengan ibukota di Purwokerto. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Brebes di utara; Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, da [ ... ]


Kebun Sayur di Kecamatan Cianjur, Jawa Barat
23/01/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Perkebunan sayur yang berada di pegunungan di Kabupaten Cianjur. Lokasi yang tinggi, suhu dingin dan lahan yang subur menyebabkan tumbuhan sayaur dapat tumbuh dengan subur di kawasan ini. Selain seb [ ... ]


Sejarah Panjang Gedung Sate di Bandung, Jawa Barat
21/09/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Gedung Sate di Bandung yang sekarang ini menjadi pusat pemerintahan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memiliki jejak sejarah yang panjang. Dalam sebuah buku Bandoeng en haar Hoogvlakte 1952 karya [ ... ]


Wisata ke Candi Borobudur Berstatus 'World Heritage Site' dari UNESCO
05/12/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun p [ ... ]


Pariwisata Indonesia

Budaya Indonesia

Keunikan Seni dan Budaya Jalan Malioboro, di Jantung Yogyakarta
21/04/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Jalan Malioboro terletak di jantung Daerah Istimwewa Yogyakarta. Jalan tersebut berada antara jalan Jenderal Ahmad Yani dan jalan Abu Bakar Ali. Dijalan ini ada Kantor DPRD Di Yogyakarta.

Jalan Mali [ ... ]


Uang Lama 10 Rupiah Cetakan Dai Nippon Jepang
29/06/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Saat menjajah Indonesia, pemerintah Jepang (Dai Nippon) membuat UU No. 2 tanggal 8 Maret 2602 (tahun Jepang Kooki atau tahun 1942) tentang mata uang. Semua mata uang yang ada digantikan oleh uang ker [ ... ]


Pameran Sepeda Ontel di Gasibu Bandung
26/09/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Sepeda ontel benar-benar semakin populer, bukan karena sejarahnya saja yang memang telah menghiasi masa lalu para biker, tetapi juga militanismenya para Ontel Club telah membuat keberadaan ont [ ... ]


Cendramata Patung Prajurit Kesultanan Mataram di Malioboro, Yogyakarta
18/06/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Yogyakarta memang unik, Provinsi yang memiliki keistimewaan sampai sekarang ini masih kuat memagang tradisi Kesultanan Mataram. Salah satunya adalah tentang cendramata-cendramata yang antik di jual di [ ... ]


Bubu Perangkap Ikan Masyarakat Jambi
12/08/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Bubu atau ada juga yang menyebutnya dengan keramba, sebenarnya termasuk perangkat ikan atau udang yang dipasang secara tetap di dalam air untuk jangka waktu tertentu yang memudahkan ikan masuk dan m [ ... ]


Suku Baduy di Banten
23/01/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

 Suku Baduy di Banten yang masih tinggal di pedalaman dan hidup dengan car-cara yang masih tradisional. "Hutan adalah rumah kami". Itu merupakan semoyan mereka untuk bertahan di pedalaman hutan.  [ ... ]