Gedung Baru DPR RI 36 Lantai, Ada Spa, Kamar Tidur Pribadi dan Kolom Renang
Thursday, 02 September 2010 11:30
Tim Admin Indonesian Voices
Pembangunan gedung baru DPR RI yang menelan biaya sangat besar, Rp.1,6 triliun di nilai tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi rakyat sekarang ini. Rencananya pembangunan gedung baru sebanyak 36 lantai tersebut nanti akan dilengkapi dengan kolom renang, ruang spa dan tempat tidur untuk istirahat anggota dewan. Bahkan ada yang menyindir, seakan menyaingi Hotel Hilton.
Rencana yang penuh dengan kontropersi ini ternyata tetap akan dilanjutkan dan tidak akan dihapus dari anggaran. Seperti yang dikemukan oleh Ketua DPR RI sekaligus Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, Marzuki Alie, memastikan pembangunan gedung baru tidak dapat dihentikan. Penolakan pembangunan gedung baru dianggapnya tidak masuk akal, sebab BURT sudah membicarakannya bahkan hingga DPD dan MPR.
''Masak distop?'' kata Marzuki, Kamis (2/9). Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini mengajak semua pihak berpikir rasional kala membicarakan pembangunan gedung baru.
Panitia pembangunan gedung, dikatakan Marzuki, sudah dibentuk. Mereka juga dipastikan bekerja menjalankan usulan BURT periode lalu yang meminta pembangunan gedung baru untuk mendukung kinerja dewan yang membutuhkan lebih banyak ruang bagi staf ahli. ‘'Konsultannya sudah dibayar, desainnya sudah selesai untuk 27 lantai, kemudian direncanakan jadi 36 lantai karena satu anggota dewan akan dilengkapi lima staf ahli,'' jelas dia.
Read more...
Pemerintah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Stop Kirim TKI ke Malaysia
Friday, 03 September 2010 01:47
Tim Admin Indonesian Voices
Pemerintah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menyatakan tidak akan memberangkatkan tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor domestik berasal dari daerah itu ke Malaysia menyusul ketegangan hubungan antara Indonesia dengan Malaysia.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Pemkab Rembang, Suranto, di Rembang, Kamis, mengaku, telah menerima surat edaran dari Gubernur Jawa Tengah tentang penghentian penempatan TKI di Malaysia. "Padahal jumlah TKI berasal dari Rembang yang akan ditempatkan di negara itu mencapai belasan orang," katanya didampingi Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinsosnakertrans Pemkab Rembang, Sunarto.
Ia menjelaskan, Surat Edaran Gubernur Jateng Nomor 560/16932 itu isinya antara lain melarang Pemkab Rembang menempatkan TKI berasal dari daerah itu ke Malaysia, Kuwait, dan Yordania. Namun, katanya, TKI yang sudah menjalani proses penempatan dan pengurusan paspor sebelum 29 Juli 2010 tetap diberangkatkan.
Read more...
|
Krisis Indonesia Malaysia Disikapi Bukan dengan Cara Reaksioner Semata Namun Harus Pendekatan yang Utuh
Friday, 03 September 2010 01:40
Tim Admin Indonesian Voices
Pengamat sosial politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Arie Sujito MSi menilai upaya pemerintah yang memilih jalur diplomasi dalam mensikapi "memanasnya" hubungan dengan Malaysia harus tetap punya target yang jelas. "Soal memanasnya hubungan Indonesia dengan Malaysia, sebenarnya kita perlu merespon bukan dengan cara reaksioner semata namun harus pendekatan yang utuh," katanya di Yogyakarta, Jumat.
Menurut dia, presiden perlu tegas bersikap dan tidak lembek, tetapi juga tidak sempit dalam bertindak karena saat ini pemerintah Indonesia selalu menghadapi dilema yang cukup sulit.
"Di satu sisi selalu terjebak dalam gesekan dan serasa kalah dalam tekanan politik tetapi, sikap keras yang akan dilakukan pasti juga menghadapi beban sosial yang cukup rumit yakni banyaknya warga Indonesia yang masih terserap bekerja dan menggantungkan hidup di Malaysia," katanya.
Ia mengatakan, oleh karena itulah jalan diplomasi dan negosiasi harus punya target yang jelas misalnya pendekatan hukum internasional dan prinisp-prinsip kedaulatan negara.
Read more...
Apresiasi Negara-negara ASEAN Atas Peran Indonesia sebagai Problem Solver
Friday, 03 September 2010 01:52
Tim Admin Indonesian Voices
“Negara-negara ASEAN, melihat Indonesia sebagai negara yang mampu menengahi permasalahan-permasalahan di ASEAN. Sebagai Negara, yang mampu memayungi negara-negara ASEAN untuk bisa bekerja sama,” demikian disampaikan Menlu RI, Dr. Marty M. Natalegawa, usai Konperensi Pers Bersama dengan Menlu Thailand, di Nusa Dua, Bali, Kamis 2 September 2010.
Hal tersebut diungkapkan Menlu sebagai tanggapan atas apresiasi Thailand terhadap peran Indonesia yang mampu menengahi berbagai permasalahan di ASEAN, serta dukungan Indonesia kepada Thailand dalam menyelesaikan permasalahan di dalam negerinya dan bantuan menjelaskan situasi yang dihadapi negeri itu terkait permasalahan di Thailand Selatan kepada dunia.
Ketika kini Indonesia sedang menghadapi suatu situasi yang harus dikelola dengan sesama negara ASEAN, seperti Malaysia, Menlu menegaskan kembali pesan Presiden RI bahwa dalam memperjuangkan dan memastikan kedaulatan Indonesia harus dilakukan dengan cara yang baik dan tepat melalui jalur diplomasi.
Read more...
|