RI dan Thailand, Dua Negara yang Disegani di Asia Tenggara
Wednesday, 01 September 2010 15:22
Tim Admin Indonesian Voices
Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi (SOM) RI – Thailand telah di buka pagi ini, Rabu (1/9), di Nusa Dua, Bali. Pertemuan dipimpin bersama oleh Direktur Jenderal Asia, Pasifik dan Afrika (Dirjen Aspasaf) Kemlu RI, T. M. Hamzah Thayeb dan Deputi Direktur Jenderal Timur Kemlu Thailand, Paskon Siriyaphan. SOM ini diselenggarakan mengawali pertemuan Komisi Bersama RI-Thailand ke-7 yang akan dipimpin kedua Menteri Luar Negeri, besok (2/9) di tempat yang sama.
Dirjen Aspasaf Hamzah Thayeb dalam pembukaan menyampaikan kemajuan pembangunan yang telah dicapai Indonesia. Pada tahun 2009, total perdagangan Indonesia mencapai US$ 213 milyar dengan target pertumbuhan sebesar 5,8% pada 2010. Stabilitas politik telah memberikan landasan yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi. Indonesia juga telah membuat berbagai peraturan yang mampu membantu menciptakan iklim bisnis dan investasi yang lebih menarik di Indonesia. Oleh karenanya, Indonesia melihat masa depan dengan penuh percaya diri dan optimisme tinggi.
Read more...
|
FIS: Persoalan dengan Malaysia Harus Dengan Kepala Dingin
Wednesday, 01 September 2010 02:10
Tim Admin Indonesian Voices
Lembaga Swadaya Masyakarat Forum Indonesia Sejahtera (FIS) meminta masyarakat agar tidak bereaksi berlebihan menghadapi persoalan dengan Malaysia. "Kita mengajak masyarakat luas agar menanggapi isu persoalan Malaysia dengan kepala dingin," kata Sekretaris Jenderal FIS, Suriswanto, dalam pernyataan persnya di Jakarta, Rabu.
Ia menyatakan pihaknya prihatin dengan masalah perbatasan Indonesia-Malaysia, pencurian ikan oleh para nelayan Malaysia, dan penangkapan petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan oleh Polisi Maritim Diraja Malaysia di perairan RI 13 Agustus lalu. Namun, dalam menghadapi masalah-masalah ini, Suriswanto meminta masyarakat Indonesia agar tidak meresponsnya secara berlebihan.
Rasa ketidakpuasan masyarakat yang berlebihan dikhawatirkan akan dipakai pemerintah dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) untuk mengalihkan isu dari permasalahan yang lebih penting di dalam negeri.
Suriswanto menuturkan pemerintah harus tetap mengutamakan penyelesaian masalah yang berhubungan dengan kepentingan rakyat, seperti kesulitan ekonomi, pengangguran, praktik korupsi, pelanggaran hukum dan ketidakadilan sosial daripada memprioritaskan persoalan Malaysia. "Kita pun meminta Pemerintah Malaysia agar tidak menanggapi protes rakyat Indonesia karena Indonesia negara demokratis," kata Suriswanto.
Read more...
Cadangan Uranium Indonesia Capai 53.000 Ton
Wednesday, 01 September 2010 02:16
Tim Admin Indonesian Voices
Indonesia memiliki cadangan uranium 53 ribu ton yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), yakni sebanyak 29 ribu ton di Kalimantan Barat dan 24 ribu ton sisanya ada di Bangka Belitung.
"Selain itu Papua juga diindikasikan memiliki cadangan uranium yang cukup besar. Tapi soal ini masih akan diteliti dulu," kata Deputi Pengembangan Teknologi Daur Bahan Nuklir dan Rekayasa Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Dr Djarot S Wisnubroto kepada pers di Jakarta, Selasa malam.
Perkiraan bahwa Pulau Papua menyimpan cadangan uranium atau bahan baku nuklir dalam jumlah besar didasarkan pada kesamaan jenis batuan Papua dengan batuan Australia yang telah diketahui menyimpan cadangan uranium terbesar di dunia, ujarnya.
Jika suatu PLTN seukuran 1.000 MW membutuhkan 200 ton Uranium per tahun, maka dengan cadangan di Kalbar saja yang mencapai 29 ribu ton Uranium, urai Djarot, itu berarti bisa memasok Uranium selama 145 tahun. "Namun demikian tidak berarti kita akan memproduksi Uranium sendiri untuk PLTN. Karena untuk kondisi sekarang harga Uranium cukup murah, kita lebih efisien membeli saja dari negara lain. Cadangan Uranium bisa digunakan untuk kebutuhan masa depan," katanya.
Read more...
|
Mafia Minyak Dunia Berupaya Adu Domba Indonesia Malaysia
Friday, 20 August 2010 22:31
Tim Admin Indonesian Voices
Oleh Michel Sukardi

Ada fakta menarik yang dapat menjawab mengapa sumber daya alam mineral kita, selalu jatuh ketangan asing, dan mengapa sulitnya Pertamina yang merupakan BUMN anak kandung negeri ini sangat sulit untuk mendapatkan akses terhadap ekplorasi di negeri sendiri, apa lagi dinegeri orang lain.
Informasi penting ini berasal dari Daniel Estulin seorang keturunan Rusia yang sering memantau sebuah paguyupan mafia minyak dunia yang sering mencapai cita-citanya dengan gaya machiavellis. Informasinya ini dituliskan dalam sebuah buku yang berjudul "The True Story of The Bilderberg Group" yang sempat menjadi international best saller.
Estulin adalah seorang penulis , pembicara publik , wartawan investigasi yang berasal dari Rusia, tetapi pada tahun 1980 masa Uni Soviet terusir karena ayahnya seorang pembangkang yang berjuang untuk demokrasi di Uni Soviet. Mereka akhirnya pindah ke Kanada. Dua belas tahun kemudian pindah lagi ke Spanyol. Kakek Estulin adalah seorang kolonel di KGB dan intelijen-counter di tahun 1950-an, sehingga dia merasa istimewa karena mendaptkan informasi yang banyak dan berharga dari kakeknya itu.
Daniel Estulin yang pernah melakukan investigasi pada tanggal 27 Mei 2005 terhadap suatu paguyuban Paguyuban Bilderberg yang dalam suatu pertemuannya secara khusus membahas mengenai cara mendapatkan hak ekplorasi di kawasan Blok Ambalat.
Read more...
Indonesia Bantu Korban Banjir Pakistan
Wednesday, 01 September 2010 01:55
Tim Admin Indonesian Voices
Pemerintah Indonesia menyampaikan bantuan kemanusiaan senilai USD 1 Juta kepada Pakistan untuk korban musibah banjir yang melanda negara tersebut. Bantuan tersebut diserahkan oleh Duta Besar RI di Islamabad, Ishak Latuconsina mewakili Pemerintah Indonesia kepada Menteri Penerangan dan penyiaran Pakistan, Syed Sumsam Ali Shah Bukhari, disaksikan pejabat dari NMDA (National disaster Managmenet Authority), Kementerian perekonomian dan Kementerian Pakitasn . (7/8)
Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk makanan siap saji, makanan penamping ASI, obat-obatan, sarung, selimut, generator set, folding bed dan tenda.
Pada saat konferensi pers, setelah penyerahan bantuan tersebut, Dubes RI menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk simpati dan solidaritas pemerintah dan rakyat Indonesia, dan merupakan instruksi langsung dari Presiden RI. Dubes RI yakin Pemerintah dan Rakyat Pakistan mampu mengatasi berbagai kesulitan yang sedang dihadapi.
Sementara itu, Menteri Bukhari selain menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan bantuan Indonesia ini, Ia menyatakan hal tersebut merupakan cerminan kedekatan kedua negara yang selalu saling memberikan bantuan pada saat yang diperlukan.
Read more...
|
|
|
|
|
|
Page 6 of 104 |