Kesadaran kekuatan bangsa terbentuk dari penyatuan prestasi-prestasi bangsa yang terserak. Dari sinilah akan terbangun kepercayaan kepada diri sendiri dan jati diri bangsa. Kita bisa melihat dari bangsa-bangsa yang bangkit baik dari peradapan lampau seperti munculnya kejayaan bangsa-bangsa masa lampau. Seperti kejayaan bangsa Mesir dan Babilonia atau bangsa Romawi dan Yunani. Mungkin lebih dekat dengan kita seperti kejayaan nusantara masa lalu, yaitu bangkitnya dan berjayanya Mahapahit dengan sumpah palapa atau Kerajaan Sriwijaya yang merajai maritim dan mengaruhi dua samudera dunia.
Pada era kontemporer ini, pengalaman kebangkitan juga bisa kita pelajari dari negara lain, seperti kebangkitan bangsa Jepang yang hanya dalam waktu 60-an tahun dapat bangkit kembali dengan cepat, setelah kekalahan perang dunia ke-II. Kebangkitan China yang sekarang mulai menjadi raksasa ekonomi di Dunia dengan produk-produknya yang menggurita dan mampu melakukan penetrasi pasar dengan baik. Kebangkitan India yang menggunakan kemampuan riset dan produk intelektualnya. Kebangkitan Vietnam yang cepat dalam waktu 10 tahun terakhir ini. Kebangkitan Rusia melalui reformasi perusahaan energinya, sehingga perusahaan negaranya mampu mengisi kas negara yang pernah kosong pada masa Uni Soviet dulu.
Semua kebangkitan tersebut memiliki benang merah yang sama. Apakah benang merah itu? Mari kita renungi bagaimana kebangkitan-kebangkitan itu. Ada ciri yang sangat kuat dari kebangkitan itu, yaitu nasionalisme yang tinggi dari Bangsa Jepang, Nasionalisme yang tinggi dari Bangsa China, juga India, Vietnam dan juga Rusia. Nasionalisme yang tinggi ini berfondasikan dari jati diri yang kuat. Tidak ada bangsa yang memiliki jati diri yang kuat tanpa percaya kepada bangsanya sendiri. Percaya pada diri sendiri. Faktor kebangkitan mereka itu adalah kepercayaan kepada kekuatan diri sendiri, kepercayaan pada bangsa sendiri. Dalam kalimat Bung Karno adalah "berdikari" atau berdiri di kaki sendiri. Keyakinan ini akan menentukan arah dari perjalanan sejarah berbangsa dan bernegara yang gemilang.
Mari kita melakukan kontemplasi terhadap apa yang terjadi ditengah bangsa kita, kemudian kita buat "andai-andai". Jika seandainya kita percaya pada diri sendiri, percaya pada bangsa sendiri, apa yang akan terjadi. Kita akan kaitkan fakta-fakta itu dengan masa depan dan harapan kita. Sebagai berikut ini:
Jika kita percaya pada diri sendiri maka pemerintah akan lebih memilih Pertamina atau perusahaan dalam negeri lain untuk mengekplorasi blok Cepu dibandingkan dengan memberikan kepada “orang lain” Exxon Mobile. Sehingga Pertamina punya pendapatan baru untuk membantu anggaran kita. Begitu juga dengan tambah-tambang lain yang sekarang dikelola asing.
Jika kita percaya kepada diri sendiri maka PT. Freefort sudah dinasionlisasi, sehingga keuntungannya yang luar biasa besar dapat digunakan untuk meningkatkan pendidikan bahkan lebih dari 20% anggaran APBN pemerintah kita.
Jika kita percaya pada diri sendiri maka PT Pindad akan meningkatkan teknologinya, karena mereka tahu bahwa produksinya akan digunakan. Jika produksinya digunakan maka mereka memiliki dana untuk mengembangkan riset dan teknologi mereka, sehingga menghasilkan senjata yang tangguh dan mutakhir. Apa artinya embargo senjata bangsa asing jika kita sepenuhnya menggunakan hasil produksi senjata kita sendiri.
Jika kita percaya pada diri sendiri maka kita tidak akan menjual BUMN-BUMN dan aset lain secara murah dan jorjoran kepada asing, karena kita sadar bahwa kita menjual sesuatu yang sangat berharga dan bernilai tinggi. Kita harus tahu bahwa pihak asing sendiri dengan segala cara dan lobby berusaha untuk mendapatkan saham-saham BUMN-BUMN kita, bahkan sampai mempengaruhi kebijakan pembentukan perundangan di Gedung Dewan.
Jika kita percaya kepada diri sendiri maka jalan-jalan di Indonesia akan banyak dipenuhi oleh kendaraan produksi bangsa sendiri bukan mobil dan motor Jepang. Devisa kita tidak deras lari ke Jepang karena kita tidak jorjoran membeli mobil dan motor negara sakura itu.
Jika kita percaya pada diri sendiri maka kita tidak berhutang dengan IMF dan Bank Dunia. Kita akan sadar tanpa dana asing pun kita bisa bangkit. Apalagi pinjaman mereka memiliki konsekuansi yang merugikan bangsa ini dibelakang hari.
Jika kita percaya pada diri sendiri kita akan membeli produk dalam negeri. Dengan ini maka industri dan perdagangan kita hidup, yang akan menyerap angkatan kerja kita yang sekarang banyak menganggur. Dari situ keluarga keluarga mereka akan mendapatkan kesejahteraan, anak-anak mereka dapat menempuh pendidikan yang layak. Bangsa kita akan menjadi pintar, sehingga kita mampu memproduksi sendiri segala sesuatu yang kita butuhkan. Ini akan membuka peluang lapangan pekerjaan lainnya dan kesejahteraan masyarakat semakin luas.
Jika kita percaya pada diri sendiri, maka BUMN-BUMN tidak menyerap tenaga ahli dari luar negeri yang mahalnya bukan kepalang. Ada yang gajinya sebulan bisa sampai 2,5 M perbulan. Masya Allah. Kalau ini diserahkan kepada bangsa sendiri maka akan banyak profesional kita yang bekerja di luar negeri pulang dan memberikan keahlian dan tenaganya untuk bangsanya sendiri dengan biaya yang tidak terlalu mahal dan demi untuk bangsa sendiri.
Jika kita percaya kepada diri sendiri, maka tidak ada yang memborong dolar yang akan menjatuhkan rupiah.
Jika kita percaya kepada diri sendiri, tidak ada orang kaya yang berobat keluar negeri, yang menyebabkan devisa kita lari keluar. Tenaga ahli kesehatan kita akan terpakai.
Jika kita percaya kepada diri sendiri, maka bangsa kita tidak lari kebursa saham Singapura, Hongkong, Jepang atau negara lain.
Jika kita percaya kepada diri sendiri, maka rakyat akan percaya kepada pemerintah. Stabilitas nasional akan mantap dan membentuk sosial budaya yang kondusif. untuk membangun.
Jika kita percaya pada diri sendiri, maka kita akan menggunakan otak kita sendiri. Seperti halnya dengan pedang yang akan digunakan maka pemiliknya akan mengasah pedang tersebut. Kita akan belajar. Tidak ada rasa sia-sia sedikitpun pada saat kita berkorban dan berinvestasi untuk belajar. Sehingga bangsa kita akan lebih banyak yang pintar. Sebaliknya jika kita tidak merasa dihargai, kemampuan kita diabaikan. Putus asalah kita untuk menggunakan otak pemberian Allah SWT Sang Pencipta. Kita malas belajar dan akan semakin banyaklah yang bodoh pada bangsa kita.
Jika kita percaya kepada diri sendiri, maka berkobarlah rasa nasionalisme dan harga diri kita. Ini jelas akan menjadi energi kebangkitan kita. Mudahlah kita untuk berjaya dengan semangat ini.
Jika kita percaya kepada diri sendiri, maka kita tidak akan memilih pemimpin yang menyembah kepada kekuatan asing, karena kita percaya tanpa bantuan asing pun kita tetap bisa maju.
Jika kita percaya kepada diri sendiri, maka kita akan sangat menghargai prestasi-prestasi anak bangsa yang mengharumkan nama bangsa. Kita akan tahu karena kita sangat menghargainya. Kita akan tahu siapa pahlawan-pahlawan kita. Kita akan kenal siapa yang mendapatkan emas, perak atau perunggu di Olimpiadi Bejing. Kita akan tahu siapa-siapa anak bangsa kita yang mendapatkan prestasi gemilang di olimpiade fisika, di olimpiade matematika, kita akan tahu siapa pencipta kerangka tulang jalan layang di negara-negara modern, kita akan tahu prestasi-prestasi anak bangsa lain diluar negeri. Karena kita tahu maka mereka yang berprestasi akan merasa dihargai, mereka akan senang untuk berjuang kembali. Sebaliknya jika kita tidak menghargai prestasi mereka. Mereka merasa diabaikan. Meraka merasa sia-sia. Lelahlah mereka untuk berjuang kembali.
Jika kita percaya kepada diri kita sendiri, maka anak-anak kita akan diberi kesempatan setinggi-tingginya untuk mencapai cita-cita mereka. Sebaliknya jika kita tidak percaya pada diri sendiri, maka mungkin kita percaya kepada anak-anak kita, mana mungkin kita memberikan kesempatan kepada mereka untuk meraih kesempatan untuk menggapai prestasi meraka.
Jika kita percaya kepada diri sendiri maka kita akan bersyukur kepada Sang Khalik, maka kita akan mempergunakan semua anuggrahNya untuk membangun bangsa ini secara positif. kita akan memanfaatkan potensi kita untuk kejayaan bangsa ini.
Jika kita percaya kepada diri sendiri maka kita akan mendapatkan satu, dua, tiga…. Seratus … Seribu… Sejuta… Semilyar prestasi bangsa ini, yang membawa kepada kejayaan. Kita percaya kepada diri sendiri maka kita akan bangkit. Akibat kebangkitan ini, akan mengukir prestasi dan keberhasilan Indonesia yang akan membentuk kepercayaan diri kita yang lebih tinggi lagi. Inilah modal kegemilangan bangsa ini. Kondisi ini yang disebut dengan lingkaran kepercayaan diri bangsa sebagai manifesto bangsa kita.
Dapatlah disimpulkan bahwa sejatinya koreksi terhadap masalah kita sekarang ini adalah ada pada kepercayaan diri kita sendiri! Inferioritas kita terhadap bangsa lain! Tengoklah pada diri kita sendiri bukan kepada teman di sebelah kita.









