Indonesian peoples thing..

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Indonesian People's Voices. Have contents about Indonesian Voices Article, Opinion and Information about Awareness! and waking up! Indonesian Peoples. Indonesian Voices for Good Government Governance, How are Indonesian and other country connetion? History about The freedom of Indonesia. Indonesian movement on Indonesian Anti imperialism for Asian African Conference until now. Information of Indonesian Struggle for Indonesian Integration and Unity. Indonesian Voices for World Peace and Justice. Indonesian Voices English Version.

Home

Kembaliannya Papua Barat Ke RI

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Oleh Heri Hidayat Makmun

KRI Irian kapal perang yang digunakan dalam operasi TrikoraDalam usaha untuk melakuakan Pembebasan Irian Barat (Papua Barat sekarang ini), maka dilaksankanlah Operasi Trikora pada tahun 1961. Konflik Indonesia Belanda ini berjalan selama hampir dua tahun.

Pada tanggal 19 Desember 1961, Presiden Indonesia Soekarno mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta. Soekarno juga membentuk Komando Mandala. Mayor Jenderal Soeharto diangkat sebagai panglima. Tugas komando ini adalah merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia.

Setelah perang berakhir dan memaksa Belanda angkat kaki dari Papua.Akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1962 Amerika Serikat dan Sekretaris Jenderal PBB, U Thant, berinisiatif untuk menyelenggarakan perundingan di Gedung Markas PBB, New York. Pada perundingan itu, Indonesia diwakili oleh Soebandrio, dan Belanda diwakili oleh Jan Herman van Roijen dan C.W.A. Schurmann.

Hasil dari perundingan itu Pihak Belanda dan Indonesia menandatangai New York Agreements , hal ini berarti Pihak Belanda menerima penafsiran baru ini dan poin-poin yang telah di bicarakan diakhir kesepakatan. Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Perwakilan Belanda dan Perwakilan Indonesia pada jam 6:30 pagi tanggal 15 Agustus 1962 di Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, kecuali penambahan detail tubuh, kesepakatan akhir identik dengan kesepakatan awal dicapai pada 31 Juli 1962. Di antara rincian ini adalah ketentuan bahwa biaya administrasi dari UNTEA akan dibagi rata antara Belanda dan Indonesia. Pada plebisit yang diproyeksikan di Papua Barat, pilihan akan menjadi hanya (a) Apakah untuk tetap dengan Indonesia? dan (b) Apakah akan memisahkan diri dari NKRI?.

Sekretaris Jenderal diberi wewenang untuk mengirim, setidaknya satu tahun sebelum pelaksanaan penentuan nasib sendiri, Perwakilan PBB untuk Papua Barat yang akan mengawasi persiapan untuk plebisit. Perwakilan PBB dan Pemerintah Indonesia akan menyampaikan laporan akhir kepada Sekretaris-Jenderal, tentang hasil dari penentuan nasib sendiri kepada Majelis Umum PBB. Sebuah perjanjian tambahan disediakan untuk gencatan senjata efektif 18 Agustus 1962 dan bahwa pengalihan kewenangan administratif ke Indonesia akan dilakukan sesegera mungkin setelah tanggal 1 Mei 1963.

Kedua Pemerintah bertukar instrumen ratifikasi pada tanggal 20 September 1962, dan hari berikutnya mensponsori sebuah resolusi Majelis Umum wewenang kepada Sekretaris Jenderal PBB untuk mengimplementasikan perjanjian. Dia ditunjuk Brigadir Said Uddin Khan dari Pakistan sebagai komandan Pasukan Keamanan PBB (UNSF) untuk memelihara hukum dan ketertiban dan mengawasi gencatan senjata di Papua Barat.

UNSF pasukan mulai tiba pada bulan September sampai mereka mencapai kekuatan personel sejumlah 1.600. Pada tanggal 22 Oktober 1962, Djalal Abdoe, dari Iran, PBB diangkat sebagai Komisaris dan ia tiba di Papua Barat pada tanggal 15 November 1962.

Dari situ, asumsi kontrol administratif oleh Indonesia berjalan lancar, cepat dan tanpa insiden. Ratusan Indonesia-guru, ilmuwan, dokter dan perawat, dan administrator-dikirim ke Papua Barat untuk melayani dengan UNTEA. Pemerintah Indonesia membantu UNTEA membuka sekolah baru dan membangun infrastruktur. Omset formal kontrol administratif terjadi lebih awal daripada jadwal-oleh beberapa jam-di 12:30 pada tanggal 1 Mei 1963. Sebagai penduduk asli Papua Barat segera diangkat Gubernur.

Sejak diserahkan kepada Indonesia sejak 15 Agustus 1962, ini berarti Pemerintah Indonesia harus segera menyelenggarakan referendum untuk menentukan nasib sendiri oleh Rakyat Papua. Metode dan prosedur tindakan penentuan nasib sendiri tersebut di persiapkan, pihak-pihak independen dan Wakil PBB di undang.

Indonesia tidak menganggap perlu bahwa latihan (gladi resik) dilakukan dengan cara yang mengikuti tradisi Barat. Selain itu, situasi demografi lazim pada waktu itu tidak memungkinkan cara plebisit di Barat berlangsung. Latihan ini dilakukan selama periode beberapa bulan pada tahun 1969 dalam bentuk serangkaian konsultasi dengan dewan suku di wilayah itu. Proses ini didasarkan pada tradisi Indonesia mencapai konsensus (mushawarah) melalui konsultasi (mufakat) 1. Hal ini dilakukan sesuai dengan metode dijalankan secara luas perwakilan politik di berbagai bagian dunia di mana masyarakat memilih wakil-wakil mereka dan wakil-wakil mereka melakukan tindakan politik atas nama masyarakat masing-masing.

Proses ini rumit oleh kegiatan-kegiatan yang disebut Organisasi Papua Merdeka (OPM) tetapi ini tidak cukup kuat juga tidak punya cukup dukungan untuk menggagalkan pelaksanaan pilihan bebas. Tentu saja Pemerintah Indonesia tidak bisa mentolerir tindakan-tindakan teror dan intimidasi oleh beberapa orang yang bertindak melawan mayoritas rakyat Papua memaksa tujuan-tujuan politik mereka sendiri. Contoh dari tindakan teror ini adalah penculikan anggota dewan lokal Jayapura.

Sepanjang proses itu, para Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB, Duta Besar Fernando Ortiz-Sanz dari Bolivia, hadir dalam cara yang membantu memastikan karakter demokratis latihan. Para Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB itu sadar bahwa ia tidak memiliki otoritas politik atau administrative , sementara itu ia memberi saran dan membantu pihak berwenang Indonesia dalam melaksanakan latihan tersebut. Para pejabat Indonesia menerima banyak dari usulan dan rekomendasi.

Staf PBB hadir selama konsultasi dengan dewan perwakilan, selama pemilihan anggota majelis-majelis konsultatif dan ketika tindakan pilihan bebas dibuat. Dalam laporannya kepada Majelis Umum PBB, Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB mengakui bahwa ada petisi diserahkan kepada dia menentang pengalihan administrasi Papua Barat ke Indonesia. Tetapi ada juga yang baik memihak sejumlah petisi integrasi dengan Indonesia.

Dalam setiap kasus, jawaban yang diberikan oleh Majelis Permusyawaratan untuk pertanyaan yang diajukan kepada mereka adalah konsensus bulat mendukung tersisa dengan Indonesia. Menyelesaikan laporan, ia menulis: "Akhirnya, atas dasar fakta-fakta yang disajikan dalam laporan ini dan dokumen-dokumen dimaksud, dapat dinyatakan bahwa dengan keterbatasan yang ditetapkan oleh karakteristik geografis wilayah dan situasi politik secara umum di daerah, suatu tindakan pilihan bebas telah terjadi di Papua Barat sesuai dengan praktek Indonesia, di mana wakil-wakil dari penduduk yang telah menyatakan ingin tetap tinggal dengan Indonesia ".

Pada tanggal 2 Agustus 1969, Adam Malik, yang kemudian menjadi Menteri Luar Negeri Indonesia, secara resmi memberitahu Sekretaris Jenderal PBB bahwa rakyat Papua Barat telah dipilih dengan suara bulat untuk tinggal dengan Indonesia.

Tanggal 19 November 1969, sebagai tanggapan terhadap laporan dari Sekretaris Jenderal PBB pada pelaksanaan penentuan nasib sendiri oleh rakyat Papua Barat, Majelis Umum PBB menyetujui sebuah resolusi yang di dalamnya "Membawa catatan dari laporan Sekretaris umum dan mengakui dengan penghargaan pemenuhan oleh Sekretaris Jenderal dan wakil dari tugas-tugas yang dipercayakan kepada mereka di bawah Perjanjian 15 Agustus 1962 antara Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda mengenai New Barat Guinea ". Dengan demikian, kembalinya Papua, kemudian dikenal sebagai Papua Barat, ke Indonesia sebagai salah satu propinsi itu akhirnya selesai.

Prestasi PBB dalam Pemulihan Papua Barat ke pangkuan Republik Indonesia ditandai sebagai suatu titik balik dalam kerjasama antara PBB dan Indonesia. Hal ini sering dikutip sebagai salah satu prestasi besar Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam penyelesaian sengketa internasional. Contoh klasik dari diplomasi preventif seperti mendahuluinya perang yang akan membawa bencana bagi kedua belah pihak dan penyebab perdamaian global dan stabilitas.

Kebijaksanaan dan prestise dari Sekretaris Jenderal PBB, U Thant, tentu saja sangat berjasa dalam masalah ini. Bukan perkara mudah untuk mengangkat isu ini terus ada dalam meja perundingan dalam situasi yang sangat mudah menguap. Nasionalisme rakyat Indonesia yang besar pada saat itu, membuat rasa suka cita yang luar biasa atas pemulihan Papua Barat kembali ke RI. Itu adalah hal yang sangat penting bagi rakyat Indonesia pada saat mereka berada dalam gejolak pembentukan dasar dari nation-building dan konsolidasi nasional di bawah Presiden Soekarno.

 

 
Blackberry Melanggar UU, Pemerintah Ancam Tutup Layanan Blackbarry di Indonesia
05/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring mengancam akan menutup layanan Blackberry di Indonesia bila produsennya, Research in Motion (RIM), menolak untuk memblokir konten porn [ ... ]


Menjaga dan Melestarikan Laut Perlu Kerjasama Semua Pihak
05/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Tingkat pencemaran di beberapa wilayah perairan Indonesia pada saat ini telah berada pada kondisi yang tidak terkendali, serta laju sedimentasi yang masuk ke perairan juga terus meningkat. Sementara i [ ... ]


Berita Umum Nasional
Puncak Mudik Diperkirakan Jumat
05/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Lonjakan arus mudik di jalan raya terus menunjukkan peningkatannya. Hari ini, Jumat (18/9) diperkirakan akan menjadi puncak kegiatan arus mudik Lebaran 2009 (1430 H). Pergerakan kendaraan di beberapa  [ ... ]


Dapatkan Informasi Mudik di RTTMC
05/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Untuk memberikan info-info terkini seputar mudik pada Lebaran tahun 2010 ini, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat membentuk Road Transport & Traffic Management Ce [ ... ]


Info Mudik Lebaran
Indonesia dan Malaysia Sepakat Selesaikan Masalah melalui Jalur Diplomasi
06/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Pertemuan Joint Commission for Bilateral Cooperation(JCBC) RI-Malaysia telah berlangsung pada 6 September 2010 di Kota Kinabalu, Malaysia dipimpin oleh Menlu RI, R.M. Marty M. Natalegawa, dan Menlu Ma [ ... ]


RI - Malaysia Bertemu, Bahas Perbatasan Laut dan Insiden Perairan Bintan
06/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Pertemuan Menlu RI - Malaysia di Kota Kinabalu membahas perlindungan WNI/TKI di Malaysia, dan bukan saja membahas mengenai perbatasan laut dan insiden perairan Bintan yang terjadi 13 Agustus 2010 da [ ... ]


Berita Umum Internasional
Pembiaran Aparat Keamanan Membuat Gerakan RMS Semakin Berani
04/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Gerakan dan aksi Republik Maluku Selatan (RMS) semakin lama semakin berani ini terbukti saat. Frans Sinmiasa diduga juga berperan penting dalam rencana pengibaran bendera "benang raja" saat puncak Sa [ ... ]


RMS Dan OPM Diduga Terkait Jaringan Multinasional Anti NKRI
04/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) disinyalir merupakan jaringan multinasional untuk merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Presidium ICMI Mud [ ... ]


Memperkokoh NKRI
Lebih dari 100.000 Warga Prancis Protes Pengusiran Etnis Minoritas Romania oleh Sarkozy
05/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Kebijakan Presiden Nicolas Sarkozy dianggap sebagai perlakuan yang sangat rasis, saat Pemerintah Prancis mengusir ribuan orang Rumania dengan alasan belum dapat diterima umum.  Kebijakan ini memicu p [ ... ]


Komnas HAM : Terjadi Pelanggaran HAM Serius pada Kasus Buol Berdarah
03/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sementara ini telah mengidentifikasi beberapa bentuk indikasi pelanggran hak asasi di Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), dan menilai telah terjadi pelangga [ ... ]


Isu Kemerdekaan Universal
LMB Karimun Sesalkan Provokasi Perang dengan Malaysia
05/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Laskar Melayu Bersatu Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menyesalkan aksi provokasi menentang Malaysia yang dilakukan beberapa kelompok massa di tanah air terkait insiden Tanjung Berakit, Bint [ ... ]


PKB : Perang dengan Malaysia Tidak Ada Gunanya
05/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Ketua umum DPP PKB A. Muhaimin Iskandar menyatakan menolak perang dengan Malaysia, karena perang itu dianggap tidak ada gunanya. Pihaknya lebih menitikberatkan kepada diplomasi yang akan dilakukan pem [ ... ]


Isu Gerakan Anti Perang
Perang Semakin Sulit, Obama dan Sekjen NATO Bertemu
06/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Meningkatnya tantangan perang di Afghanistan yang ditandai dengan peningkatan jumlah tentara ISAF yang tewas, penurunan dukungan masyarakat internasional, dan peningkatan penolakan rakyat AS membuat P [ ... ]


Obama Salah Ucap yang Berakibat Perubahan Kebijakan
02/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang biasanya fasih berpidato dan memiliki kemampuan verbal yangn tinggi untuk mengangkat kalimat demi kalimat dengan sangat baik, tetapi ternyata bisa salah ucap [ ... ]


Isu Perang Afghanistan
Indonesia Akan Menambah Kapal Selam
26/08/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Armada kapal selama yang dimiliki oleh Indonesia yang hanya dua buah, dianggap kurang baik untuk melakukan patroli laut, dan rencananya dalam waktu dekat ini akan dilakukan penambahan.

"Kami akan menam [ ... ]


Membangun Manjemen Komunikasi Strategi Pertahanan Dalam Alam Demokrasi untuk Mempertahankan Keutuhan Wilayah dan Menegakkan Kedaulatan Negara
25/08/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Era globalisasi dimana suatu era yang serba terbuka telah melahirkan demokratisasi yang dalam prakteknya diapresiasikan dengan kebebasan menyampaikan pendapat. Keterbukaan terutama akses informasi men [ ... ]


Isu Militer dan Pertahanan
Pejabat Sebaiknya Menolak Gratifikasi
06/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Para penyelenggara negara atau pegawai negeri sebaiknya tidak menerima gratifikasi, alih-alih bisa terkena pasal suap. Gratifikasi, belakangan ini semakin sering kita dengar, terutama setelah Komisi P [ ... ]


Demi Membersihkan Institusi Kepolisian, Pemerintah Meksiko PHK Ribuan Polisi Korup
06/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Mungkin hal ini bisa menjadi pejaran baik bagi Indonesia. Usaha melawan korupsi tidak dilakukan setengah-setengah yang dibuktikan dengan kebijakan Pemerintah di Meksiko untuk memecat hampir 10 persen  [ ... ]


Melawan Korupsi
Netralitas Birokrasi Pemerintah Harus Terus Dibudayakan
29/08/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai aparatur negara, abdi masyarakat , dan dalam tugas sehari-hari berada dalam mesin birokrasi pemerintahan, tetapi netralitas birokrasi pemerintahan terhadap kekuatan  [ ... ]


Anas Urbaningrum:Pemilihan Kepala Daerah Langsung Oleh Rakyat Lebih Baik dari Pada DPRD
24/08/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyatakan, pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat lebih baik bagi pembangunan demokrasi daripada dipilih DPRD.

"Kami ti [ ... ]


Isu Demokrasi

Isu Ekonomi

BSN Rancang Empat Kegiatan Prioritas
06/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Badan Standardisasi Nasional  (BSN)  merancang    empat kegiatan prioritas bidang, yakni Pengembangan Sistem Nasional    Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, Perumusan Standar, Peningkatan [ ... ]


BI Lakukan Langkah Antisipatif Hadapi Tekanan Inflasi
04/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Pjs Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan, Ekonomi Indonesia masih menghadapi risiko tekanan inflasi yang berasal dari berbagai sumber. Hal tersebut disampaikannya pada rapat kerja d [ ... ]


Isu Ekonomi Lainnya

Wacana Redenominasi

Redenominasi Membangun Tembok Besar dan Tinggi Untuk Melindungi Nilai Rupiah
09/08/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Heri Hidayat Makmun Saya terus terang Selama ini selalu mengkritisi kinerja pemerintah secara serius, tetapi untuk kali ini ketika wacana redenominasi ini saya sontak langsung girang. Mengapa bi [ ... ]


Redenominasi Tidak Sama Dengen Sanering
05/08/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Heri Hidayat Makmun Setelah terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasuton membuat gebrakan, walaupun ini baru sekedar wacana yang muncul di kalangan BI saja. Wacana yang dilontarkan g [ ... ]


Bursa Saham

Keabsahan Penggunaan Barang Milik Negara sebagai Underlying Asset SBSN Diperkuat dengan Keputusan Mahkamah Konstitusi
05/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Pengaturan penggunaan Barang Milik Negara (BMN) sebagai underlying asset  Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)/Sukuk Negara telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga [ ... ]


Bursa Saham

Isu Good Governance

Revitalisasi Industri Benih untuk Memperkuat Ketahanan Pangan
04/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Dalam rangka mengidentifikasi masalah perbenihan nasional khususnya pada kegiatan Revitalisasi Pupuk dan Benih Nasional, 2 September kemarin, I Wayan Budiastra, Asisten Deputi Urusan Kompetensi Kelemb [ ... ]


Stop Kebiasaan Berorientasi Proyek
01/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tasdik Kinanto mengatakan, aparatur negara harus meninggalkan kebiasaan lama, yakni bila proyek berakhir maka berakhir pul [ ... ]


Isu Good Governance Lainnya

Isu ASEAN

ASEAN dan AS Bertemu 24 September
03/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Krisis ekonomi AS menyebabkan Presiden AS Barack Obama membuka torobosan-terobosan baru. AS tidak harus dengan masyarakat Eropa saja, atau Timur Tengah saja tetapi sudah mulai melihat kawasan Asia Ten [ ... ]


Apresiasi Negara-negara ASEAN Atas Peran Indonesia sebagai Problem Solver
03/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

“Negara-negara ASEAN, melihat Indonesia sebagai negara yang mampu menengahi permasalahan-permasalahan di ASEAN. Sebagai Negara, yang mampu memayungi negara-negara ASEAN untuk bisa bekerja sama,” d [ ... ]


Isu ASEAN

Sejarah Nusantara

Kutai, Kerajaan Pertama Nusantara
05/08/2010 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Kerajaan Kutai merupakan kerajaan tertua di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya 7 buah prasasti yang ditulis diatas yupa (tugu batu) yang ditulis dalam bahasa Sansekerta dengan menggunak [ ... ]


Akhir Kejayaan Singasari
14/07/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Menurut Pararaton, Tumapel semula hanya sebuah daerah bawahan Kerajaan Kadiri. Yang menjabat sebagai akuwu  (setara camat) Tumapel saat itu adalah Tunggul Ametung. Ia mati dibunuh dengan cara tipu mu [ ... ]


Sejarah Nusantara

Who's Online

We have 52 guests online
Mari Dukung Pemberangtasan Korupsi Di Indonesia!
free counters TopOfBlogs

Latest News

Popular

Sejarah Kemerdekaan

Perjuangan Raden Intan dan Raden Imba Melawan VOC di Lampung (1825-1860)
Tim Admin Indonesian Voices

Radin Intan II adalah salah satu pahlawan nasional dari Propinsi Lampung yang yang memimpin perlawanan rakyat Lampung ketika melawan penjajahan Belanda. Atas jasa dan pengorbanannya dalam membela kepe [ ... ]


Karawang Pusat Lumbung Padi Pasukan Sultan Agung Melawan VOC, 1628- 1629
Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Ahmad Sanusi Sultan Agung (memerintah 1613-1646), raja terbesar dari Mataram, menggantikan ayahandanya, Panembahan Seda (ing) Krapyak, setelah ayahandanya ini wafat pada tahun 1613. Dalam kenyat [ ... ]


Sejarah Kota Yogyakarta yang Pernah Menjadi Ibu Kota RI
Tim Admin Indonesian Voices


Kota ini pernah menjadi ibu kota Indonesia pada masa revolusi. Selain itu kota ini adalah ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Sri Paku Alam. Kota ya [ ... ]


Perjuangan Revolusi Panglima Besar Jenderal Soedirman
Tim Admin Indonesian Voices

Soedirman (Ejaan Soewandi: Sudirman) yang lahir di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga, 24 Januari 1916.  Sejak kecil merupakan seorang santri yang taat dan soleh. Kecintaanya kepada rakyat dan ta [ ... ]


Perjuangan Panjang Maluku Terhadap Kolonialisasi Eropa
Tim Admin Indonesian Voices


Maluku merupakan salah satu propinsi tertua dalam sejarah Indonesia merdeka, dikenal dengan kawasan Seribu Pulau serta memiliki keanekaragaman sosial budaya dan kekayaan alam yang berlimpah. Secara hi [ ... ]


Rapat Raksasa Di Lapangan Ikada, 19 September 1945
Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Para Pemuda dan Mahasiswa yang memiliki rencana tersebut, dengan semangat juang tinggi yang menggunakan nama panitia “Komite aksi”, menganggap Pemerintah harus didesak dan dimotivasi terus agar sa [ ... ]


Peran AS, Inggris dan Australia Membantu NICA Menjajah Indonesia
Tim Admin Indonesian Voices

Setelah berakhirnya perang dunia II dan Jepang bertekuk lutut kepada Sekutu memberikan berbagai implikasi. Salah satunya adalah status negara-negara yang sebelum Jepang masuk ke berbagai negara di kaw [ ... ]


Aksi-Aksi Soekarno yang Bersejarah
Tim Admin Indonesian Voices

1945, Agustus
Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada hari Jumat, 17 Agustus, pukul 10 pagi di Pegangsaan Timur (sekarang Jalan Proklamasi), Jakarta. Kabinet pertama R [ ... ]


Tentara Australia Membonceng NICA ke Pulau Kalimantan
Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Heri Hidayat Makmun Pada bulan Oktober 1945, pesawat-pesawat udara Australia menyebarkan pamlet-pamlet berbahasa Indonesia dan dayak untuk memaklumatkan bahwa Markas Tertinggi Sekutu di Asia dan  [ ... ]


Kronologis Gerilya TNI Sebelum Serangan 1 Maret 1949 Ke Yogyakarta
Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Heri Hidayat MakmunBerhasilnya tentara Belanda menduduki tempat-tempat penting di kota Yogyakarta dalam waktu relatif singkat, menimbulkan kesan yang dalam pada masyarakat dan dunia interanasiona [ ... ]


Mesir Negara Pertama yang Secara Resmi Mendukung Kemerdekaan Indonesia
Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Heri Hidayat Makmun Setelah proklamasi dikumandangkan di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 oleh Ir. Soekarno dan Dr. Mohammad Hatta yang secara cepat tersebar ke berbagai penjuru negari dan bahkan d [ ... ]


Kembaliannya Papua Barat Ke RI
Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Heri Hidayat Makmun Dalam usaha untuk melakuakan Pembebasan Irian Barat (Papua Barat sekarang ini), maka dilaksankanlah Operasi Trikora pada tahun 1961. Konflik Indonesia Belanda ini berjalan s [ ... ]


Menentang Perjanjian Postdam yang Mengembalikan Indonesia ke Penjajahan Belanda
Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Heri Hidayat Makmun
Perjuangan bawah tanah yang dilakukan para pejuang seperti Sutan Sjahrir, Soekarni, Chairoel Saleh, Adam Malik dan beberapa orang lainnya menyebabkan mereka mendapatkan akse [ ... ]


Penderitaan Bumi Putra Masa Tanam Paksa Hindia Belanda
Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Sumantiri B. Sugeo
Pada masa VOC berkuasa dan menghujamkan penjajahan di nusantara. Masa-masa sulit bangsa dan rakyat Indonesia adalah pada masa tanam paksa. Hal ini terjadi saat kekuasaan VOC [ ... ]


Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948
Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Oleh Sumantiri B. Sugeo dan Heri Hidayat Makmun

Masa paling keras kedua setelah perang Surabaya pada 10 November 1945 adalah pertempuran para pejuang Republik Indonesia dalam menghadapi Agresi Militer [ ... ]


Isu Gerakan Anti Perang