Pengumuman Presiden Meksiko, Felipe Calderon pada 23 Februari 2010 lalu untuk membentuk masyarakat negara-negara Amerika Latin dan Karibia pada Konperensi Tingkat Tinggi Grup Rio merupakan salah satu sebab dari tekanan-tekanan yang dirasakan oleh negara-negara Amerika Latin, seperti yang diberitakan kantor Berita Xinhua. Calderon juga menyatakan berbagai negara peserta memutuskan untuk membentuk masyarakat tersebut yang akan menjadi ruang bersama semua negara Amerika Latin dan Karibia dalam rangka pengintegrasian regional dari bangsa-bangsa yang senasib di Amerika Latin dan Karibia.
Demikian juga pada saat KTT Florida yang diselenggarakan oleh Organisasi Negara-negara Amerika (OAS), yaitu sebuah organisasi yang bermarkas di Washington DS, Amerika Serikat yang terdiri dari 35 negara-negara di Benua Amerika. Dalam KTT tersebut mayoritas anggota OAS menolak untuk mengadopsi usulan AS yang ingin memonitor demokrasi di Amerika Latin. Negara anggota menginginkan dan menegaskan kembali prinsip-prinsip non-intervensi dan saling menghormati yang sebelumnya sudah diterapkan OAS.
Kita tahu selama ini Amerika Serikat (AS) sangat tidak adil terhadap negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia. Hal-hal yang dilakukan AS di kawasan ini seperti pengambilan wilayah, perebutan pangkalan militer Kuba – Guantanamo, embago ekonomi ke Kuba, Bolivia, Venejuela dan Ekuador menjadi bukti kegagalan diplomasi AS di negara-negara Amerika Latin tersebut. Harga diri bangsa Amerika Latin yang merasa terjajah ini, bangkit dan memunculkan rasa persaudaraan senasib antar negara-negara di kawasan ini.
Hugo Chaves yang menjadi pemimpin kawasan ini bagi bangsa-bangsa Amerika Latin yang merasa tertindas barat dan selalu mendapat tekanan-tekanan rezim Bush dan juga negara-negara barat. Sebagai biang diktator, sebagai pelanggar HAM dan sebagainya malah semakin banyak mendapat simpati. Hugo Chaves yang dekat dengan Castro ini juga mendapat dukungan dari negara tetangganya seperti Presiden Blivia Evo Morales, Presiden Chile Michelle Bachelet, Presiden Ekuador Rafael Correa, Presiden Nikaragua yang mantan pemimpin gerilyanya yang menjadi musuh besar AS, Daniel Ortega.
Masa sulit kawasan ini sangat terasa pada masa rezim Bush, juga sebenarnya semua rezim pimimpin AS. Inilah yang menjadi cikal bakal pendekatan negara-negara dikawasan ini ke Rusia, China dan Iran. Hubungan diplomatik sangat hangat bersahabat dan tulus lebih terasa di negara-negara ini. Sehingga kerjasama ekonomi dan keamanan terjalin dengan baik. Kita bisa buktikandari persenjataan negara-negara Amerika Latin sebagian besar adalah dari Rusia atau China, juga Iran.
Hubungan itu bagi pemerintahan Obama sekarang ini sangat mengganggu bagi kepentingan AS, sehingga diplomasi AS di Amerika Latin berubah 180 derajat. Untuk membuka jalan buntu ini Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden Sabtu mengatakan AS tidak akan lagi "mendikte secara sepihak" pada Amerika Latin dan hubungan dengan negara-negara kawasan itu memasuki era baru baru.
"Waktu AS mendikte secara sepihak, saat di mana kami hanya berbicara dan tidak mendengarkan akan berakhir," kata Biden di Santiago setelah melakukan diskusi dengan sejumlah pemimpin Amerika Latin dalam satu konferensi di daerah wisata pantai Chile.
Kunjungan lima hari Biden untuk menemui para pemimpin di kawasan itu, termasuk persinggahan kedua di Costa Rica, bertujuan untuk membuka jalan bagi Presiden Barack Obama, yang menurut rencana akan menghadiri KTT Amerika bulan depan di Trinidad dan Tobago.
"Kita sedang bersaing untuk meraih perhatian dan hubungan paling tidak bersaing denganRusia, China dan Iran," ujar Hillary, dan AS punya kepentingan dengan semua negara di kawasan ersebut.
Presiden Obama merasa bahwa kawasan ini sudah terlalu lama ditinggalkan dan hampir tidak ada kemajuan diplomatik selama satu dekade lebih. Ia berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan Amerika Latin termasuk Venezuela. Tetapi apakah hubungan ini tulus? Sulit untuk menjawab ya, karena secara politik, ekonomi, dan banyak hal lainnya sangat berbeda. Kedekatan wilayah tidak menjamin hal ini. Sejarah bangsa-bangsa Amerika Latin terlalu sedih untuk selalu bersama tetangganya, AS.









