Menteri Luar Negeri RI, Dr. R.M. Marty Natalegawa bersama Menteri Luar Negeri Malaysia, Dato’ Sri Anifah Aman telah mengidentifkasi langkah-langkah untuk menindaklanjuti kesepakatan yang dicapai antara Presiden RI dengan PM Malaysia pada pertemuan ke-7 Konsultasi Tahunan, 18 Mei 2010 lalu di Putrajaya, Malaysia. Hal tersebut disampaikan pada saat konferensi pers bersama Kedua Menlu, siang ini (17/06) di Gedung Pancasila Kemlu RI.
Salah satu yang menjadi tindak lanjut tersebut adalah rencana pertemuan komisi bersama (Joint Commission for Bilateral Cooperation) tingkat Menteri Luar Negeri yang akan diselenggarakan pada bulan November 2010 di Malaysia. Pertemuan tersebut membahas hal-hal yang menjadi perhatian kedua negara dalam hubungan bilateral termasuk hasil pertemuan keempat working groups kedua Negara di bidang Politik-keamanan dan perbatasan, ekonomi, sosial- budaya, dan ketenagakerjaan.
Menanggapi pertanyaan wartawan terkait isu ketenagakerjaan, terutama dengan terjadinya insiden penembakan tiga orang TKI oleh otoritas Malaysia, Menlu Malaysia menyatakan komitmen Pemerintah Malaysia untuk melakukan investigasi masalah ini hingga tuntas dalam koridor hukum. “Tidak akan ada bias dalam investigasi ini,” tegas Menlu Anifah Aman.
Indonesia dan Malaysia akan membahas isu ketenagakerjaan secara lebih detail dalam working groups terutama untuk menindaklanjuti kesepakatan dalam letter of intent mengenai tenaga kerja yang disepakati kedua pihak bulan Mei lalu.
Dalam kesempatan pertemuan, selain membahas hubungan bilateral, kedua Menlu juga membahas mengenai isu-isu regional dan internasional seperti perkembangan situasi di Gaza, Afghanistan dan ASEAN.
Menlu RI dan Menlu Malaysia menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kerjasama dan menggalang dukungan, khususnya di forum PBB agar Israel bertanggung jawab untuk penyerangannya kepada Kapal Mavi Marmara, sekaligus melepaskan blokadenya di Gaza. Kedua negara akan senantiasa mendorong proses perdamaian di Timur Tengah.









