Indonesian peoples thing..

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size


Home Sejarah Kemerdekaan RI Kekalahan Perang Surabaya adalah Kekalahan Sukarno Bukan Kekalahan Rakyat Surabaya

Kekalahan Perang Surabaya adalah Kekalahan Sukarno Bukan Kekalahan Rakyat Surabaya

Email Cetak PDF
Penilaian User: / 4
TerburukTerbaik 
Kekalahan Perang Surabaya adalah Kekalahan Sukarno Bukan Kekalahan Rakyat Surabaya
Di Medan Perang Justru Tentara Inggris dan NICA Digasak Arek-Arek Suroboyo

Oleh Heri Hidayat Makmun

Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 membakar moral arek-arek Surabaya, terus gelorakan juga di Surabaya. Pada 3 September 1945, Residen Soedirman memproklamasikan Pemerintahan RI di Jawa Timur dan di sambut aksi pengibaran bendera di seluruh pelosok Surabaya. Perjuangan sejarah yang paling berdarah dalam efisode perjuangan kemerdekaan kita membangun semangat perjuangan yang luar biasa, hingga terjadilah Surabaya Inferno yang mengguggah bangsa tertindas bangkit melawan penjajah.

Pesawat terbang Belanda menyebarkan pamflet pengumuman bahwa Sekutu/Belanda akan mendarat di Surabaya yang menyebabkan orang Belanda dengan sombong mengibarkan bendera Belanda di Orange Hotel pada tanggal 19 September 1945, hal ini menimbulkan kemarahan arek-arek Suroboyo sehingga terjadilah insiden berdarah dengan terbuhuhnya Mr. Ploegman. Merah putih biru dirobek birunya dan berkibarlah Sang Merah Putih dengan megahnya di angkasa.

Tanggal 25 Oktober 1945 tentara Inggris mendarat di Surabaya, brigade ke-49 dengan kekuatan 6.000 serdadu dipimpin Brig. Jend. A.W.S. Mallaby, pasukan berpengalaman dari kancah perang dunia yang terdiri dari pasukan Gurkha dan Nepal dari India Utara. Esok harinya tanggal 26-27 Oktober 1945 beberapa pesawat Inggris menjatuhkan selebaran yang memerintahkan agar penduduk Surabaya dan Jawa Timur menyerahkan senjata. Tanggal 28 Oktober 1945 terjadilah insiden di seluruh pelosok kota.

Politik diplomasi para Pemimpin Bangsa diperjuangkan. Berturut-turut pada jam 21.00 & 23.00 setelah lewat Pemerintah Pusat di Jakarta tidak berhasil merubah pendirian Pimpinan Tentara Inggris untuk mencabut ultimatumnya. Inggris tidak mengakui pemerintahan RI yang baru berdiri.

Puncaknya tanggal 30-31 Oktober 1945 tentara Inggris meninggalkan Gedung Internatio Brig. Mallaby meninggal, mobilnya meledak terbakar. Tanggal 9 Nopember 1945 ultimatum yang ditandatangani oleh May. Jend. E.S. Masergh Panglima Divisi Tentara Sekutu di Jawa Timur, minta rakyat menyerahkan senjata tanpa syarat sebelum jam 18.00 dan apabila tidak melaksanakan sampai jam 06.00 tanggal 10 Nopember 1945 pagi akan ditindak dengan kekuatan militer Angkatan darat, Laut dan Udara.

Gubernur Soerjo berpidato yang merupakan penegasan, "Lebih baik hancur daripada dijajah kembali" . Tanggal 10 Nopember 1945, terjadi pertempuran dahsyat di pelosok kota, perlawanan massal rakyat Surabaya melawan tentara Sekutu, sehingga korban berjatuhan di mana-mana, selama 18 hari Surabaya bagaikan neraka. Dengan hancurnya kubu laskar rakyat di Gunungsari pada tanggal 28 Nopember 1945 menyebabkan sementara seluruh Kota Surabaya jatuh ke tangan Sekutu

Pertempuran yang paling berdarah dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia ini meletus. Mulai pukul 06.00 kanonnade Inggris membombardir Surabaya dengan meriam-meriam dari Kapal Perang. Surabaya Utara benar-benar hujan ledakan. Pelabuhan, Gedung Pengadilan, Kantor PTT, Gedung-gedung Pemerintahan dan kampung-kampung hancur lebur. Orang pribumi, Arab, Cina yang berada pada daerah utara banyak yang menjadi korban. Lokasi-lokasi seperti Pasar Turi, Kramat Gantung, Maspati, Pasar Besar benar-benar rata dengan tanah.

Suara Bung Tomo yang menggelegarkan nusantara dari stasiun radio Pemberontakan mengudara. Rangkaian kata-kata yang membangkitkan bulu kuduk apalagi pada masa itu, pada masa sekarang saja kita masih bisa membayangkan betapa heroiknya para pemuda Indonesia yang secara gagah berani maju ke medan perang berhadapan dengan tentara Inggris dan NICA yang bersenjata modern, tetapi bagi para Pemuda Indonesia kehormatan dan kemuliaan bangsa Indonesia adalah nomor satu, biarkan hanya bersenjata bambu runcing, kelewang atau senapan bekas NIPON berlawanan harus dilakukan. Demikianlah pidato Bung Tomo yang heroik tersebut:

Bismillahirrahmanirrahiim.....
MERDEKA!!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia,
Terutama, saudara-saudara penduduk kota Surabaya

Kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamlet-pamlet yang memberikan suatu ancaman kepaDa kita semua.
Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan, menyerahkan senjata-senjata yang kita rebut dari tentara Jepang.

Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaya kita semua datang kepada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda menyerah kepada mereka.

Saudara-saudara,
didalam pertempuran-pertempuran yang lampau, kita sekali lagi telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya
Pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku,
Pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi,
Pemuda-pemuda yang berasal dari pulau Bali,

Pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan,
Pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera,
Pemudah Aceh, Pemuda Tapanuli, dan seluruh Pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini,

Di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung,
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol,
telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.

Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu, saudara-saudara
Dengan mendatangkan presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini, maka kita tunduk untuk menghentikan pertempuran.
Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri, dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.

Saudara-saudara Kita semuanya,
Kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
Dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya ingin mendengarkan jawaban Rakyat Indonesia,
Ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini,
Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
Ini jawaban Rakyat Surabaya..
Ini jawaban Pemuda Indonesia kepada koe sekalian
Hai tentara inggris!!!
Koe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih takluk kepadamu,
menyuruh kita membawa senjata-senjata yang kita rampas dari Jepang untuk diserahkan keapda mu

Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa
koe sekalian akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan seluruh kekuatan yang ada,
tetapi inilah jawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih,
maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga!!!

Saudara-saudara rakyat Surabaya,
siaplah keadaan genting tetapi saja peringatkan sekali lagi, jangan mulau menembak,
baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang mereka itu.

Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.
Dan untuk kita, saudara-saudara, lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.

Semboyan kita tetap: MERDEKA ATAU MATI.

Dan kita yakin, saudara-saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita
sebab Allah selalu berada di pihak yang benar
percayalah saudara-saudara,
Tuhan akan melindungai kita sekalian.

Allahu Akbar...!! Allahu Akbar...! Allahu Akbar...!!!
MERDEKA!!!

( Pidato Bung Tomo)

Ratusan ribu pejuang rakyat masuk kota Surabaya dari berbagai arah. Sementara Sekutu mengerahkan semua kekuatannya di Jawa Timur. Angkatan laut, udara dan darat mereka yang bersenjata modern dikerahkan semua. Jam 09.00 Inggris mulai juga melakukan aksi serangan udara, dengan menghujani bom-bom pada hampir seluruh daerah di Kota Surabaya dan pinggiran kota.

Hari pertama serangan Inggris dan NICA yang dimulai dari utara, tempat kapal-kapal perang mereka bersandar di pelabuhan ini tidak ada ampun banyak sekali rakyat kita yang menjadi korban. Pasukan Sekutu benar-benar pesta pembunuhan, wanita, orang tua, anak-anak mereka sikat tanpa ampun. Kampung-kampung yang sudah rata dengan tanah mereka masuki, jika ada rakyat yang masih terlihat hidup atau bergerak langsung mereka berondong.

Pukul 09.15 barulah fihak Indonesia mengeluarkan perintah untuk melancarkan serangan balasan, yang dilakukan secara ”jibaku”. Dengan tiada kesatuan pimpinan taktis dalam operasi ini, pemuda-pemuda TKR, Polisi, PRI, dan lain-lainnya berjuang seperti banteng yang mengamuk ke arah kolone-kolone dan posisi-posisi musuh. Hal ini menimbulkan korban yang tidak sedikit dikedua belah pihak.

Pada hari pertama ini garis pertahanan kita membujur dari barat ke timur kota Surabaya. Dari daerah Asem Jajar ke Selatan Pasar Turi. Melalui jalan kereta api yang tinggi samai Kali Mas dan sepanjang kali tersebut membelok ke utara sampai ke Jembatan Ferwerda, mengarah ketimur lagi melalui Kali Pegirikan. Di daerah Asem Jajar serangan-serangan balasan kita berhasil membuat pasukan musuh dipukul mundur. Kantor pos di utara berkali-kali pindah tangan dan akhirnya kita bumi hanguskan.

Hari kedua juga pertempuran ini masih kurang seimbang, tentara Sekutu masih mendominasi berbagai front pertempuran. Sehingga banyak pejuang kita yang menjadi suhada.

Pemuda-pemuda pemberani dengan gagah berani melawan tank-tank Sherman Inggis yang modern. Mereka ini bahkan berani mati menubrukkan diri ke tank-tank tersebut dengan membawa bahan peledak. Banyak sekali tank-tank sekutu yang rusak parah dan tewasnya pengendara didalamnya. Jika tank-tank ini rusak, para pejuang melembarkan bom bensin kedalamnya. Usaha-usaha ini tidak sia-sia banyak dari tank-tank tidak berani bergerak bebas. Mereka malah statis di satu tempat.

Rakyat Indonesia merupakan bangsa pemberani, walaupun berhadapan dengan senjata modern seperti tank-tank itu, mereka tidak takut bahkan dengan keberaniannya yang luarbiasa ini pasukan tank-tank Inggris ini malah yang takut untuk kelaur dari wilayah-wilayah yang mereka kuasa saja. Hal ini menguntungkan pejuang kita.

Senjata-senjata buatan Jepang dalam perang dunia kedua juga lumayan membantu, bahkan senjata berat ini merontokkan 2 pesawat udara Inggris dan menewaskan penumpangnya. Salah satu penumpang yang tewas adalah seorang perwira Inggris yang bernama Brigadir Jenderal Robert Guy Loder Symonds dari artireli.

Seluruh Indonesia pada waktu itu banyak yang memasang radionya siang-malam. Mendengarkan berita dan pidato-pidato dari Surabaya, termasuk suara Bung Tomo yang menggunakan stasiun ”Radio Pemberontakan” yang menggaungkan semangat perjuangan itu. Seluruh rakyat Indonesia merasa mencekam dan mendidih rasa nasionalismenya menunggu berita-berita dari suatu pertempuran antara rakyat bersenjata yang belum terlatih melawan pihak Sekutu yang menggunakan senjata modern dari laut, udara dan darat.

Tetapi seiring dengan bertambahnya perjuangan dari berbagai pelosok Surabaya dan suara lantang Bung Tomo dari Radio Perjuangan. Ratusan ribu perjuang rakyat yang datang bagaikan tawon itu tidak ada habis-habisnya. Dari Besuki, Malang, Kediri, Madiun, Bojonegoro, bahkan Semarang dan sebagainya.

Salah satu keberhasilan perjuang yang sangat penting adalah keberhasilan pejuang kita dengan menggunakan altireli buatan Jepang mampu merusak lapangan terbang musuh. Sehingga nyaris pesawat terbang Inggris tidak dapat mengudara dalam beberapa hari.

Pada hari keempat, 13 November 1945 pertempuran terus berjalan dengan hebat. Garis pertahanan kita masih membujur dari barat ke timur. Dari daerah Asem Jajah keselatan Pasar Turi, Rel kereta yang tinggi hingga Kali Mas. Di daerah Asem Jajar kita dapat memukul mundur Sekutu.

Hati ketiga ini Tank-Tank Shermen sudah benar-benar tidak digunakan lagi. Kita dapat secara efektif menghancurkan tank tersebut bersama 3 atau 5 tentara didalamnya hanya dengan satu atau dua orang pemuda berani mati kita. Musuh kita benar-benar kapok menggunakan tank-tank ini.

Bombardemen dari laut menjadi menggila pada hari ini. Dari kampung-kampung dekat pelabuhan sampai Simpang Lonceng benar-benar luluh lantak.

Pada hari ini kemenangan kita adalah pada logistik pemberian makanan. Makanan berupa nasi bungkus, ketela pohon, pisang dan lain-lain membanjir masuk kota. Sehingga dimanapun posisi pejuang nyaris tidak sulit dalam menemukan makanan. Pada umumnya makanan-makanan ini mengalir dari luar kota.

Simpati rakyat kita demikian besarnya sehingga hal ini benar-benar mempermudah para pejuang kita dalam medan pertempuran. Demikian membanjirnya makanan bahkan banyak makanan yang membasi karena tidak tertempung lagi. Lucunya nasi-nasi basi yang telah dibuang pejuang kita ini malah diambil oleh tentara Inggris untuk mereka makan. Kasihan ya? Atau Mampus ya?

Hari Kelima tanggal 14 November 1945. Pertempuran berjalan terus. Pasukan sekutu mulai terdesak, kekuatan mereka melemah setelah tank-tank tidak beroperasi. Tiga pesawat musuh di lapangan udara juga berhasil dihancurkan pejuang kita.

Pada hari inipun serangan-serangan kita sudah mulai teratur, konsolidasi kita dibawah bombardir musuh cukup sukses. BKR mulai bisa mengatur pembagian tugas-tugas pertempuran untuk pertama kalinya, yakni sektor timur, tengah dan utara.

Sektor Timur dipimpin oleh Mayor Kadim dari TKR, posnya berada di Karangmenjangan. Pasukan-pasukan yang dilibatkan pada sektor ini, yaitu: PA Laut ( Letnan Kolonel Sutejo Eko), PRI (Sidik Arslan),

Lama kelamaan kekuatan RI semakin solid, apalagi bantuan pejuang dari Madura, Bali, Malang, Semarang, Blitar, Kudus, Jokjakarta dan sekitarnya banyak yang sudah datang. TKR, Polisi, PRI, Laskar-laskar kampung, petani, pelajar, ulama, santri, pedagang, guru semuanya bercampur baru menjadi satu. Pada berbagai front bahkan tangsi-tangsi yang berisi pasukan Sekutu mulai terdengar santer bahwa amunisi mereka sudah mulai terkuras. Tembak-tembakan mereka hampir-hampir jarang.

Ada sebagian pejuang kita yang dengan keyakinan penuh, menyebut Allahhu Akbar, Allahu Akbar masuk keberbagai tangsi-tanski tersebut dan berjibaku jarak dekat. Satu demi satu cara-cara seperti ini mulai melumpuhkan kekuatan Sekutu.

Tentara Sekutu semakin lama semakin kelelahan, mereka tidak tidur dan juga tidak sempat makan. Serangan yang tidak ada habisnya dari berbagai penjuru membuat tentara Sekutu merasa berada di neraka. Sedangkan pejuang dapat melakukan itu dengan keluar wilayah pertempuran di luar Surabaya atau masuk ke perkampungan.

Serbuan para pejuang kita ke pos-pos pertahanan Sekutu diperkuat juga dengan aksi blokade total: Aliran listrik dan air di wilayah pos pertahanan Inggris dimatikan. Truk-truk yang mengangkut logistik untuk pasukan Inggris, terutama yang akan mengantarkan makanan dan minuman bisa dicegah.

Suplai-suplai yang dijatuhkan pesawat Inggris dari udara, ikut pula terganggu. Tidak sedikit yang meleset dari sasaran, bahkan boleh dikatakan hampir semua jatuh ke tangan pasukan Indonesia.

Faktor ini sangat mempengaruhi moral dan kekuatan pasukan Sekutu di Surabaya. Sementara bantuan Sekutu dari Jakarta dan Jawa Barat belum bisa datang, karena berbagai hadangan pasukan TKR pimpinan Jendral Sudirman dan pejuang rakyat di Malang, Semarang, Blitar dan daerah-daerah perjalanan penuh dengan pertempuran yang sama beratnya.

Wajar saja jika tentara Sekutu lama-kelamaan moralnya semakin hancur dan stamina semakin terkuras. Mereka benar-benar merinding ketakutan karena pasukan pejuang yang tidak ada habisnya. Bahkan ada beberapa tangsi mereka yang mengibarkan bendera putih, tetapi pejuang rakyat yang berasal dari berbagai laskar itu tidak mengerti aturan pertempuran, malah masuk dan berramai-ramai menggasak habis mereka.

Bayangkan saja tentara sekutu yang di boncengi NICA dengan kekuatan terbesar di Asia Tenggara pada akhirnya terdesak. Sementara bantuan pasukan Sekutu dari Jakarta dan Jawa Barat masih dalam perjalanan yang penuh dengan penghadangan.

Saat-saat terdesak ini mereka pada akhirnya Admiral Helfrich meminta tolong Presiden Sukarno untuk menghentikan serangan rakyat yang tabur seperti lebah, mati satu datang seribu. Tidak ada malu sedikit pun padahal sebelumnya pada saat para Pemimpin Bangsa ini meminta untuk menghentikan ultimatum, mereka tidak mengakui pemerintah RI.

Secara jujur seperti yang diakuinya dalam Memories Admiral Helfrich menggambarkan betapa sukarnya keadaan pasukan Inggris. Amunisi yang terbatas, kelaparan, terjepit dimana-mana, sehingga seandainya saja pada waktu itu Presiden Sukarno tidak memberi pertolongan agar Presiden Sukarno memerintahkan untuk menghentikan perang, maka ia bersedia untuk mencium kaki untuk bantuan tersebut.

Sayangnya pada waktu itu Presiden Sukarno tidak mengetahui kekuatan bangsanya sendiri yang berjuang dimedan pertempuran. Pikirannya selalu dipenuhi oleh perjuangan diplomasinya.

Dalam konferensi di Jakarta yang dilakukan pihak Sekutu pada tanggal 23 November 1945 dan Konferensi Singapura pada tanggal 6 Desember 1945 diantara panglima-panglima mereka. Mereka sepakat untuk tidak memasuki lagi Surabaya, dan pasukan dikonsentrasikan di Jawa Barat karena faktor psikologis perang ini.

Pada awalnya memang Inggris terlalu PD pasa saat datang ke negeri ini. Mereka tidak tahu kekuatan bangsa Indonesia yang sesungguhnya sangat besar dan kuat. Inggris datang sebagai salah satu pemenang Perang Dunia II. Brigade 49 adalah bagian dari Divisi 23 yang menyandang julukan kebanggaan “The Fighting Cock”, mempunyai pengalaman tempur melawan Jepang di hutan-rimba Burma.
Dalam pertempuran 28 dan 29 Oktober ’45, mereka “dipaksa” oleh rakyat Surabaya mengibarkan bendera putih dan mereka yang MEMINTA BERUNDING. Suatu hal yang tentu sangat memalukan dan menjatuhkan pamor Inggris. Mereka tidak menduga akan diserang, sehingga persiapan pertahanan hampir tidak ada, yang mengakibatkan banyak jatuh korban di pihak Inggris.
Setelah Perang Dunia II usai, Inggris bertepuk dada bahwa selama lebih dari lima tahun PD-II, mereka tidak kehilangan seorang Jenderal pun. Ternyata baru lima hari di Surabaya, mereka telah kehilangan seorang perwira tinggi, Brigadir Jenderal Mallaby.
Dua pesawat terbang mereka juga berhasil ditembak jatuh oleh pejuang Indonesia. Selain pilot pesawat, Osborne, korban yang tewas sehari kemudian akibat luka-lukanya adalah Brigadir Jenderal Robert Guy Loder-Symonds, Komandan Brigade Infanteri. Mallaby dan Loder-Symonds dimakamkan di Commonwealth War Cemetary, Menteng Pulo, Jakarta Selatan.

Akhirnya mereka mengakui walaupun memengkan perang melawan Jepang, ternyata melawan rakyat Indonesia jauh lebih sulit. Juga dijelaskan walaupun kemenangan pada akhirnya tetapi sebenarnya karena ada faktor diplomasi kepada pemimpin-pemimpin Indonesia untuk tidak mengerahkan tentaranya ke Surabaya, dan memang pemerintah pusat di Jakarta waktu itu pernah melarang untuk berperang melawan tentara Sekutu.

Atas dasar kepentingan diplomasi di dunia internasional Sukarno pada akhirnya meminta TKR dan para pejuang rakyat untuk menghentikan serangan dan mundur. TKR dan tentara rakyat diminta untuk melakukan cease fire. Walaupun dengan berat hati, para pejuang ini mematuhi perintah pemimpin pemerintahan yang masih baru ini.

Di satu sisi rakyat Surabaya sebenarnya ingin menunjukkan kepada Sekutu dan dunia internasional bahwa pemerintahan kita adalah memerintahan yang berdaulat yang dipatuhi oleh rakyatnya. Hal ini yang mau tidak mau membuat mereka mematuhi keputusan itu.

TKI dan tentara pelajar berusaha melakuan konsolidasi untuk menghentikan sementara serangan. Walaupun disana sini masih ada suara letusan dan ledakan tetapi secara umum pertempuran sudah jauh berkurang.

Para pejuang yang dikomandani langsung oleh Jenderal Sudirman pun ditarik, sehingga iring-iringan bantuan militer Divisi 5, amunisi dan bantuan logistik ke Surabaya dapat dikatakan berjalan lancar. Saat dimana menjadi titik balik kemenangan sekutu akan tiba. Jadi perlu diperhatikan disini bahwa kekalahan kita ini dalam pertempuran di Surabaya,sebenarnya bukan lemahnya kita dalam pertempuran tersebut tetapi karena faktor disiplim TKR, BKR dan tentara terdidik lainnya yang masih berupaya untuk mematuhi keputusan pimpinan pusat.

Bisa dibilang sebenarnya kita tidak kalah dalam perang Surabaya ini, tetapi karena faktor lain yaitu pertimbangan diplomasi pimpinan pusat maka kita mengalah. Coba bayangkan jika Divisi 5 yang akan ke Surabaya terus dihambat oleh pasukan yang dikomandoi Jenderal Sudirman ini di Malang, Semarang dan Belitar sekitarnya ini berjalan terus dan tidak dihentikan karena permintaan pimpinan pusat di Jakarta, maka tentara Inggris di Surabaya benar-benar akan lumpuh.

Seandainya para pemimpin kita tidak memperdulikan permintaan Sekutu untuk menghentikan para pejuang kita, maka benar-benar habis dan matilah tentara Sekutu, baik yang ada di Surabaya, Semarang dan Malang.

Walaupun tentara inilah yang satuan-satuan pasukan Sekutu terkuat di Asia Tenggara. Kesatuan-kesatuan Sekutu inilah yang masuk ada paling jauh untuk memukul pasukan Jepang. Tetapi hanya meminta-minta dan merengek agar pada para Pemimpin Bangsa waktu itu untuk menghentikan serangan rakyat itu dan datang ke Surabaya.

Tidak akan ada gunanya lagi pasukan dari Jakarta dan Jawa Barat datang ke Surabaya jika datang hanya datang dengan merinding ketakutan, bulu kuduk berdiri dan moral yang turun melihat teman-temannya di Surabaya sudah di sate para arek-arek Suroboyo yang marahnya sudah alang kepalang. Tidak ada gunanya lagi. Tentu mereka datang untuk perperang dengan moral yang sangat rendah dan pasukan yang sudah sedikit, dan pada akhirnya hanya sebagai korban yang bakal disate berikutnya.

Kesempatan yang diberikan oleh para pemimpin Indonesia waktu itu benar-benar dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh Sekutu. Pasukan sekutu merapihkan barisan, peluang untuk bernapas yang memberikan kesempatan pasukan dari Jakarta dan Jawa Barat untuk segera datang ke Surabaya dengan kekuatan penuh. Dengan segala kekuatan persenjataan modern mereka. Dengan bantuan pasukan udara yang jauh lebih masif.

Sebenarnya pada saat yang sama hampir 1,2 juta pejuang dari berbagai tempat seperti Jawa Barat, Bali, NTB, Makasar, Lampung, Jambi bahkan Medan sedang menuju tempat yang sama, Surabaya. Walaupun setelah tentara dai Jakarta, Jawa Barat Semarang tiba di Surabaya sekutu kembali dapat bertahan tetapi ada saat dimana pihak sekutu benar-benar bisa dikalahkan asalkan para pemimpin pada waktu itu berpikir untuk melakukan perang total tanpa ada perjuangan diplomasi.

Perjuangan diplomasi kita menghapuskan peluang kita, tetapi perjuangan diplomasi kita disaat yang lain juga mendatangkan kesempatan yang lain. Tetapi tentunya dengan cerita yang lain. Cerita yang seakan-akan kita merdeka dengan diberi kesempatan oleh Komisi Tiga Negara sebagai refresentasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk terjadinya perdamaian antara Indonesia dan Belanda.

Lagi seandainya saja kita benar-benar perang total waktu itu, maka Inggris akan benar-benar bertekuk lutut. Ternyata pada hari pertama penyerbuan rakyat Indonesia terhadap pos-pos pertahanan tentara Inggris di Surabaya, pimpinan tentara Inggris menyadari, bahwa mereka tidak akan kuat menghadapi gempuran rakyat Indonesia di Surabaya.
Seperti kesaksian kesaksian Kapten R.C. Smith yang memperhitungkan, bahwa Brigade 49 ini akan “wiped out” (disapu bersih), sehingga pada malam mereka segera menghubungi pimpinan tertinggi tentara Inggris di Jakarta untuk meminta bantuan. Menurut penilaian pimpinan tertinggi tentara Inggris, hanya Presiden Sukarno yang sanggup mengatasi situasi seperti ini di Surabaya. Kolonel. A.J.F. Doulton menulis:
”The heroic resistance of the british troops could only end in the extermination of the 49th Brigade, unless somebody could quell the passion of the mob. There was no such person in Surabaya and all hope rested on the influence of Sukarno.” (Perlawanan heroik tentara Inggris hanya akan berakhir dengan musnahnya Brigade 49, kecuali ada yang dapat mengendalikan nafsu rakyat banyak itu. Tidak ada tokoh seperti itu di Surabaya dan semua harapan tertumpu pada pengaruh Sukarno).

Jika Bangsa Indonesia sebagai pemenang perang, maka kita dapat menuntut Inggris dan Belanda sebagai negara yang kalah perang. Mereka harus bayar apa yang kita tuntut. Kita akan menjadi bangsa yang benar-benar disegani, tidak seperti sekarang yang menganggap remeh.

Ternyata sikap kesatria kita untuk memberikan kesempatan bernapas pada musuh yang sudah hampir kalah walau sekali tebas saja harus dibayar mahal dengan terjadinya kekalahan dalam perang Surabaya waktu itu, karena mereka mendapat kesempatan untuk memperkuat dan mengkonsolidasikan lagi barisanya dan kecepatan pergerakan pasukan Inggris yang bersenjata modern dan memiliki fasilitas mobilitas yang mumpuni jauh lebih cepat dari pada pasukan BKR kita yang berjalan kaki saja dari berbagai tempat yang cukup jauh. Inilah kekalahan kita waktu itu.

Mungkin kita memang lebih memilih untuk menjadi bangsa ksatria dari pada sebagai bangsa pemenang, atau sebenarnya pemimpin bangsa kita yang tidak siap untuk menjadi pemenang? Apa mungkin ini juga yang menyebabkan kita lambat untuk bangkit? Akibat terlalu sering mengalah pada percaturan politik internasional.

Seharusnya waktu itu para pemimpin bangsa kita mengetahui tentang adanya tugas rahasia yang dilakukan oleh tentara Inggris -dengan mengatasnamakan Sekutu- yaitu mengembalikan Indonesia sebagai jajahan kepada Belanda. Ini hasil keputusan konferensi Yalta yang sehubungan dengan Asia, yaitu mengembalikan situasi kepada status quo, seperti sebelum invasi Jepang tahun 1941; dan juga belum diketahui ada perjanjian bilateral antara Belanda dan Inggris di Chequers, mengenai komitmen bantuan Inggris kepada Belanda.

Dari sini kita bisa lihat bahwa para pemimpin Republik Indonesia waktu itu terkecoh oleh Inggris. Mungkin jalan sejarah akan lain, apabila waktu itu telah diketahui isi surat Mountbatten kepada komandan-komandan pasukan, terutama apabila pimpinan Republik Indonesia telah mengetahui adanya kesepakatan Inggris dengan Belanda di Chequers tanggal 24 Agustus 1945.

Apabila hal-hal tersebut telah diketahui pada waktu itu, dapat dipastikan bahwa para pimpinan Republik –terutama dari garis keras- tidak akan menerima perdaratan tentara Sekutu, yang di banyak tempat ternyata membawa perwira dan serdadu Belanda dengan berkedok RAPWI (Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Internees).

Paling sedikit, perlawanan bersenjata telah dimulai di seluruh Indonesia sejak September 1945, dan tidak pada akhir bulan Oktober/awal November, di mana tiga divisi British-Indian Divisions secara lengkap telah mendarat di Jawa dan Sumatera.

Sumber data dan informasi :
- Dr. A.H. Nasution, ”Diplomasi atau Bertempur oleh Dr. A.H. Nasution”
- Sutomo, ”Pertempuran 10 November 1945 Kesaksian dan Pengalaman Seorang Aktor” Sejarah”
- Perpustakaan DHD 45 Propinsi Jatim, ” 30 Tahun Indonesia Merdeka 1945-1949”

+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
=)=D=(XD:dizzy:T_T:blush:^_^=_=-_-:pout::angry:
=Oo_O:snicker::eyebrow::sigh::sick::whisper::whistle::nuu::gah::flame::cool:
:shy::kawaii::notfunny::snooty::uhh:X_XXB:talkbiz::grr::onoes::psychotic::scared:
:evil::nomnom::zombie::want::drunk::love::meow::music:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search
bayu santiko |2012-08-22 21:01:33
avatar hidup indonesia !merdeka atau mati matilah inggris,belanda,as,dan negara barat lainya...

Berita Terkait Lainnya :.

Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 24 Juni 2010 23:33 )  

Media Sosial Menjadi Alat Penting Diplomasi Publik
28/01/2014 | Tim Admin Indonesian Voices

“Media sosial merupakan instrument penting dalam diplomasi publik”, tegas Duta Besar A.M. Fachir, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI dalam paparannya di  [ ... ]


Kerjasama IORA Untuk Kepentingan Nasional Indonesia
28/01/2014 | Tim Admin Indonesian Voices

“Untuk mengoptimalkan manfaat kerjasama IORA bagi kepentingan nasional, Indonesia sebagai ketua pada periode 2015 – 2017 perlu menerapkan strategi multiplication of authrority, yakni adanya t [ ... ]


Nasional
Tony Abbott Resmi Dilantik sebagai Perdana Menteri Australia
18/09/2013 | Tim Admin Indonesian Voices

Tony Abbott disumpah sebagai Perdana Menteri Australia yang baru pada Rabu, secara resmi mengakhiri pemerintahan Partai Buruh --yang sudah berjalan selama enam tahun, dengan janji dari pihak Konser [ ... ]


Jepang dan Vietnam Meningkatkan Kerjasama Pertahanan
18/09/2013 | Tim Admin Indonesian Voices

Menteri Pertahanan Vietnam Phung Quang Thanh kemarin pagi (16/9/2013) menerima kunjungan Menteri Pertahanan Jepang Onodera Itsunori di Markar Besar Kementerian Pertahanan Vietnam. Kedua pihak bert [ ... ]


Asia
Aktivis Singapura Menolak Peningkatan Jumlah Imigran
19/02/2013 | Tim Admin Indonesian Voices

Walaupun penduduk Singapura sedikit ini tidak berarti tidak ada masalah di sana. Ternyata sedikitnya penduduk Singapura dengan proporsi populasi golongan manula semakin meningkat mengkhewatirkan Pemer [ ... ]


Ekonomi Vietnam Mendorong Negaranya Melakukan Devaluasi Mata Uang
07/02/2013 | Tim Admin Indonesian Voices

Menurut Harian Investment Report Vietnam, pimpinan perusahaan ekspor dan para ahli ekonomi Vietnam berpendapat, selama dua tahun ini Vietnam terus mempertahankan kestabilan kurs mata uang Repee V [ ... ]


Asia Tenggara
Kebijakan PM Jepang, Shinzo Abe Mengenai Pasukan Bela Diri Jepang Membuat Kontroversi
16/09/2013 | Tim Admin Indonesian Voices

Perdana Menteri Shinzo Abe kemarin (12/9/2013) di Tokyo mengatakan akan mendorong pembahasan terkait hak bela diri kolektif. Hal ini tentu akan merubah Undang-Undang Dasar sebelumnya yang hanya dipe [ ... ]


Korea Utara Protes Standar Ganda AS Atas Peluncuran Roket Korea Selatan
02/02/2013 | Tim Admin Indonesian Voices

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara hari ini (2/2) ketika menjawab pertanyaan Kantor KNCA mengecam standar ganda dan logika perampok AS yang membela peluncuran roket Naro-1 Korea Selatan s [ ... ]


Asia Timur
Human Right Watch (HRW) Menilai Aparat Keamanan Mesir Telah Lakukan Pelanggaran HAM
25/08/2013 | Tim Admin Indonesian Voices

Human Right Watch (HRW) menyatakan menginvestigasi pembubaran aksi duduk Ikhwanul Muslimin di Rabba al Adawiya di Nasr City dan Lapangan Nahda di Giza yang kemudian dipublikasikan di laporannya di [ ... ]


Inggris Akan Menarik Separuh Tentaranya Dari Afghansitan pada Tahun 2013
21/12/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Inggris akan menarik 3.800 personel militer dari Afghanistan pada tahun 2013, dan menarik semua personel pada tahun 2014.

Perdana Menteri Inggris Cameron menyatakan hal ini di hadapan Majelis Rendah. D [ ... ]


Timur Tengah
Pemberontakan Budak Afrika Melawan Ekploitasi Eropa
17/10/2011 | Tim Admin Indonesian Voices

Sejak pelayaran besar-besaran yang dilakukan Columbus pada tahun 1492, bangsa Eropa menetap di tempat yang dinamakan Dunia Baru dengan menyingkirkan masyarakat asli setempat. Bangsa Portugis memulai t [ ... ]


China Berkomitmen Membantu Negara-Negara di Afrika
27/01/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

China berkomitmen untuk membantu negara-negara Afrika untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk pengembangan diri, Cina Wakil Menteri Perdagangan Gao Hucheng mengatakan pada Jumat.

Gao, juga Perwakilan [ ... ]


Afrika
Masyarakat Peru Bermimpi Tentang Indonesia
27/01/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Suasana pantai Ancon, yang berjarak satu setengah jam dari kota Lima semakin semarak dengan hiasan umbul-umbul khas Bali yang dipasang di tepi pantai Náutico de Ancon, klub terkemuka di Lima. Hias [ ... ]


Ramalan Kiamat Suku Maya Membuat Heboh Banyak Orang Didunia
21/12/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Ramalan suku Maya yang memprediksi akan terjadi kiamat besar pada tanggal 21 Desember 2012 telah membuat heboh banyak orang di dunia. Isu ini terkait dengan sistem kalender Suku Maya yang berakhir pad [ ... ]


Amerika Latin
Krisis Fiskal, Pemerintahan Amerika Serikat 'Shutdown'
03/10/2013 | Tim Admin Indonesian Voices

Pembicaraan antara Presiden Barack Obama dengan para pemimpin Republik gagal mengakhiri penghentian operasi pemerintah AS (shutdown).  Kedua kubu saling menuduh menolak mundur dari posisinya.

Oba [ ... ]


Direktur CIA, Jenderal David Petraeus Mengundurkan Diri
12/11/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Presiden AS Barack Obama pada Jumat menerima pengunduran diri David Petraeus, direktur Central Intelligence Agency (CIA), menurut pernyataan dari Gedung Putih.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluar [ ... ]


Amerika Serikat
Krisis Gas di Eropa, Presiden Vladimir Putin Menjamin Pasokan Gas ke Eropa Aman
21/10/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Moskow akan menjamin pasokan yang stabil dan mulus gas alam untuk pelanggan di Eropa, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Senin (22/10/2012). Pernyataan ini menjadi jaminan setelah Eropa dilanda  [ ... ]


Penghematan Pemerintah Yunani di Lawan Unjuk Rasa Massa
18/10/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Salah satu pengunjuk rasa meninggal karena serangan jantung dalam bentrokan yang meletus pada hari Kamis (18/10/2012) di pusat Athena pada akhir pawai anti-penghematan yang diselenggarakan oleh serika [ ... ]


Eropa Barat
Vladimir Putin Utarakan Kebijakan Dalam dan Luar Negerinya Kepada Para Wartawan
22/12/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Kamis (20/12/2012) mengadakan konferensi pers tentang isu-isu domestik besar dan hubungan luar negeri dalam 12 tahun dan yang kali pertama dilakukannya sejak  [ ... ]


Konflik Rusia – Ukraina : Rentannya Stabilitas Energi Uni Eropa
04/12/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Oleh : Rosita Dewi

Masih terekam jelas dalam ingatan kita bahwa konflik antara Rusia dan Ukraina menyebabkan terjadinya ketidaklancaran pasokan gas dari Rusia ke Uni Eropa (UE) sebagai primary consumer [ ... ]


Eropa Timur
Akbar Tandjung : selesaikan konflik Papua dalam prinsip NKRI
22/10/2011 | Tim Admin Indonesian Voices

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung meminta semua pihak untuk menyelesaikan konflik di Provinsi Papua dalam prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Konflik di Papua itu ha [ ... ]


Pembiaran Aparat Keamanan Membuat Gerakan RMS Semakin Berani
30/09/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Gerakan dan aksi Republik Maluku Selatan (RMS) semakin lama semakin berani ini terbukti saat. Frans Sinmiasa diduga juga berperan penting dalam rencana pengibaran bendera "benang raja" saat puncak S [ ... ]


Memperkokoh NKRI
Kedatangan Militer AS ke Asia, Terlihat Untuk Mendukung Korea Selatan, Jepang dan Filipina Menghadapi China
21/10/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Kedatangan militer AS ke Asia memberikan indikasi yang kaut sebagai upaya untuk menjaga kepentingan dari Jepang, Korea Selatan dan Filiphina dari konflik ketiga negara tersebut dengan China. Di lain  [ ... ]


Peralatan Militer TNI Bisa Disediakan Oleh BUMN
13/08/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Pertahanan nasional adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah sebuah negara dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan neg [ ... ]


Perkembangan Militer
Deklarasi HAM ASEAN Harus Transparan
27/06/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Penyusunan draft deklarasi HAM Asean harus melibatkan banyak pihak dalam pembahasan pada forum Konsultasi Regional Kedua untuk Penyusunan Deklarasi HAM Asean (2nd Regional Consultation on the Human Ri [ ... ]


Forum Regional ASEAN Gelar Pembahasan Bantuan Kemanusiaan Angkatan Bersenjata di Beijing
11/06/2012 | Tim Admin Indonesian Voices

Seminar Prosedur Hukum Bantuan Kemanusiaan Angkatan Bersenjata Internasional Forum Regional ASEAN hari ini (11/6) digelar di Beijing. Seminar ini dihadiri seratus lebih delegasi dari 27 pihak, seperti [ ... ]


ASEAN
TERBARU

Sejarah Kemerdekaan

Penderitaan Bangsa Indonesia Masa Tanam Paksa Penjajah Hindia Belanda
Tim Admin Indonesian Voices

Pada masa VOC berkuasa dan menghujamkan penjajahan di nusantara. Masa-masa sulit bangsa dan rakyat Indonesia adalah pada masa tanam paksa. Hal ini terjadi saat kekuasaan VOC ditangan 3 orang kom [ ... ]


Proklamasi dan Anak Muda Pergerakan, Sukarni Kartodiwirjo
Tim Admin Indonesian Voices

Sukarni (lahir di Blitar, Jawa Timur, 14 Juli 1916 – meninggal di Jakarta, 7 Mei 1971 pada umur 54 tahun), yang nama lengkapnya adalah Sukarni Kartodiwirjo, adalah tokoh pejuang kemerdekaan Ind [ ... ]


Kebiadaban Angkatan Perang Inggris dalam Perang Surabaya, 1945
Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Letnan Jenderal Sir Phillip Christison dengan sombong dan angkuh mengeluarkan ancamannya agar para pemuda Surabaya menyerah. Untuk mencapai hal tersebut dalam waktu singkat Inggris menambah kekuatan m [ ... ]


Belanda Menghianati Persetujuan Linggarjati Dengan Agresi Militer Belanda I, Pada 1947
Tim Admin Indonesian Voices

Belanda menghianati persetujuan Linggarjati dengan melakukan operasi militer. Belanda melakukan operasi yang disebut "Operatie Product" (bahasa Indonesia: Operasi Produk) atau yang dikenal di Indone [ ... ]


Pemberontakan Tentara KNIL yang Masih Setia Pada RI, Tahun 1945 di Sulawesi Selatan
Tim Admin Indonesian Voices

Pergolakan perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan RI di Sulawesi Selatan mempunyai cerita yang heroik juga. Kalau di Jawa banyak dari mantan Haiho dan PETA untuk kemudian menjadi pendukung perju [ ... ]


Sejarah Kemerdekaan

Internasional

Hukuman Mati Pengadilan Mesir Terhadap Tahanan Politik Melanggar HAM
17/04/2014 | Tim Admin Indonesian Voices

Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) menegaskan keputusan pengadilan Mesir melanggar tiga prasyarat vonis mati dari perspektif HAM. Pasalnya, kasus utama di Mesir merupakan perbedaan sik [ ... ]


Barack Obama Menawarkan Perubahan Pengawasan Telepon Domestik
18/01/2014 | Tim Admin Indonesian Voices

Presiden AS Barack Obama pada hari Jumat (17/01/2014) menawarkan serangkaian perubahan kepada Badan Keamanan Nasional ( NSA ) mengenai praktek pengawasan yang sekarang ini sangat kontroversial, tuju [ ... ]


Korea Utara Protes Latihan Militer Korea Selatan dan AS
17/01/2014 | Tim Admin Indonesian Voices

Komisi Pertahanan Korea Utara (Korut) kemarin (16/1) mengusulkan kepada Korea Selatan (Korsel) untuk menghentikan segala aksi permusuhan dan mencegah terjadinya perang nuklir. Korut mengusulkan k [ ... ]


Isu Internasional

Ekonomi

BUMN dan BUMS yang Beroperasi di Timor Leste Bentuk Asosiasi
Tim Admin Indonesian Voices

Pimpinan dan perwakilan BUMN dan BUMS yang mewakili operasi bisnis di Timor-Leste (TL) menyepakati pembentukan Asosiasi Pengusaha Indonesia di Timor-Leste. Kesepakatan tersebut disetujui secara aklam [ ... ]


Minyak Sawit Indonesia Bisa Mendominasi Pasar Minyak Nabati Dunia
Tim Admin Indonesian Voices

Permintaan Minyak Sawit Indonesia akan terus meningkat dan ditengarai akan semakin mendominasi pasar dunia. Hal ini menjadi topik hangat dalam pembahasan bersama Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia D [ ... ]


Bangun Industri yang Berkelanjutan adalah Strategi Mutlak
Tim Admin Indonesian Voices

Memanfaatkan momentum yang ada, Direktorat Perdagangan, Perindustrian, Investasi, dan HKI (PPIH) bekerjasama dengan Kedutaan Besar/Perutusan Tetap RI Wina menyelenggarakan Workshop Internasional berte [ ... ]


KPK Mengendus Kerugian Negara 6,7 Triliun pada Eksplorasi Batubara
Tim Admin Indonesian Voices

KPK mengindikasi adanya kerugian negara sebesar Rp6,7 trilun dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mineral dan batubara, seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas di gedung [ ... ]


Walaupun Di Uni Eropa dan AS Krisis Ekonomi, tetapi Ekonomi Di Asia Sampai Penghujung Tahun 2012 Tetap Stabil
Tim Admin Indonesian Voices

Seakan menantang ramalan para ekonom Un Eropa yang akan memperkirakan krisis Uni Eropa akan berdampak besar bagi Asia, tetapi faktanya sampai penghujung tahun 2012, sejumlah negara emerging market  [ ... ]


Redonominasi Untuk Melindungi Mata Uang Rupiah
Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Heri Hidayat Makmun Pemerintah akan melakukan pengamanan rupiah, salah satunya adalah redenominasi mata uang rupiah. Redenominasi ini adalah untuk menghapus tiga angka nol, yaitu Rp 1.000 menj [ ... ]


Isu Ekonomi Lainnya


Latest News

Popular

Pariwisata Indonesia

Pemandangan Perbukitan di Lampung Barat
03/07/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Kabupaten Lampung Barat adalah salah satu kabupaten di provinsi Lampung, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Liwa. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1991 tanggal [ ... ]


Wisata ke Jatim Park 2 di Kota Batu Malang
04/11/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Bagi Anda yang suka dengan wisata yang bersifat edukatif datanglah ke Kota Batu Malang. Objek wisata ini bernama Jatim Park 2 menjadi tempat wisata kebanggaan masyarakat Kota Batu, Malang. Selain J [ ... ]


Bandara Internasional Soekarno - Hatta Dibangun Secara Modern dan Terintegrasi
21/09/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Bandara Internasional Soekarno - Hatta merupakan sebuah bandar udara utama yang melayani kota Jakarta di pulau Jawa, Indonesia. Bandar udara ini diberi nama seperti nama Presiden Indonesia pertama, So [ ... ]


Keunikan Pura Tanah Lot di Bali
05/08/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Bali memang sangat khas dan unik yang selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan. Salah satunya adalah Pura Tanah Lot yang terletak di atas bongkahan batu besar didekat pantai. Dulunya pura ini tidak be [ ... ]


Gedung Pos Besar Bandung, Musium Filateli Indonesia
28/09/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Kota Bandung banyak menyimpan bangunan-bangunan kuno yang bersejarah, justru tua dan keunikan ini dengan menyimpan gaya bangunan Belanda menjadi daya tarik banyak orang untuk berwisata di Bandung. Apa [ ... ]


Pariwisata Indonesia

Budaya Indonesia

Pameran Sepeda Ontel di Gasibu Bandung
26/09/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Sepeda ontel benar-benar semakin populer, bukan karena sejarahnya saja yang memang telah menghiasi masa lalu para biker, tetapi juga militanismenya para Ontel Club telah membuat keberadaan ont [ ... ]


Jembatan Akar Pohon di Kampung Baduy, Kabupaten Lebak, Banten
28/06/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Orang Kanekes atau orang Baduy/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Populasi mereka sekitar 5.000 hingga 8.000 orang, dan mereka merupakan salah satu s [ ... ]


Display Payung di Salah Satu Rumah Makan di Kuta, Bali
17/06/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Payung pada umumnya hanya diartikan sebagai alat untuk pelindung dari hujan atau panas, tetapi dalam budaya nusantara payung sebenarnya memiliki makna yang luas dan dijadikan sebagai simbol-simbol ter [ ... ]


Kendi/Kibuk Untuk Prosesi Pernikahan Adat Lampung
27/06/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Kendi dikenal di seluruh dunia dan berkembang di Mesir, China, Jepang, Thailand, dan Indonesia yang tersebar hampir diseluruh nusantara. Salah satunya adalah di masyarakat adat Lampung. Kendi memil [ ... ]


Uang Lama 10 Rupiah Cetakan Dai Nippon Jepang
29/06/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Saat menjajah Indonesia, pemerintah Jepang (Dai Nippon) membuat UU No. 2 tanggal 8 Maret 2602 (tahun Jepang Kooki atau tahun 1942) tentang mata uang. Semua mata uang yang ada digantikan oleh uang ker [ ... ]


Suku Baduy di Banten
23/01/2012 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

 Suku Baduy di Banten yang masih tinggal di pedalaman dan hidup dengan car-cara yang masih tradisional. "Hutan adalah rumah kami". Itu merupakan semoyan mereka untuk bertahan di pedalaman hutan.  [ ... ]